blank
Narasumber dan moderator Suluk Peradaban Jepara #3 yang di gelar di GITJ Blingoh Betlehem, Senin 27/4-2026. Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID) – Bupati Jepara Witiarso Utomo menilai Suluk Peradaban yang digagas oleh Yayasan Asta Parashima Nusantara Desa  Blingoh, Jepara adalah sebuah aktivitas budaya yang baik dengan tujuan  untuk memperkuat kerukunan lintas agama dan  paradaban Jepara

Hal tersebut disampaikan Bupati Jepara dalam sambutan tertulis yang disampaikan Ketua Bappeda Karunatiti saat memberikan sambutan  pada acara Suluk Peradaban Jepara #3 yang mengangkat tema Cinta Kasih sebagai Sumber Mata Air Peradaban.

Kegiatan yang berlangsung di GITJ  Blingoh Betlehem  Senin 27 April 2027 malam ini menghadirkan narasumber  Camat Keling Lulut  Andi Aryanto, Joko Setiyo Pendeta GITJ Blingoh, Aipda Yayang Ramadhan Babinkamtibmas Desa  Kelet yang hadir  mewakili Gus Farid Abbas  serta  pegiat budaya Jepara  Hadi Priyanto.

Acara yang  dipandu oleh Muhammad Nurchan ini dihadiri  juga oleh   Ketua Dewan Pembina Yayasan Asta Parashima Nusantara,  H. Asrorudin serta sekitar 100  warga lintas agama dan pegiat budaya dari berbagai desa.

blank
Ketua Bappeda Jepara Karunatiti saat menyampaikan sambutan Bupati Jepara. Foto: Dok

Menurut Bupati Jepara, cinta kasih dan kerukunan adalah fondasi dan identitas warga. “Jepara sejak lama telah menjadi laboratorium keberagaman yang alami. Kita mewarisi semangat kebhinekaan yang dihidupi oleh para pendahulu kita, dan tugas kita hari ini adalah memastikan “mata air” tersebut tetap jernih dan mengalir bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jepara sangat menyadari bahwa pembangunan fisik sehebat apa pun tidak akan berjalan optimal tanpa adanya harmoni sosial. “Karena itu nilai religiusitas bukan sebagai ruang eksklusif hanya berlaku bagi pemeluknya sendiri, melainkan sebagai perekat yang memperkuat moralitas dan kerukunan antarwarga,” urainya.

blank
Peserta Suluk Peradaban Jepara #3 dengan antusias ikuti kegiatan hingga akhir acara. Foto: Dok

Selain itu, komitmen Pemkab Jepara  terhadap keberagaman dan pelestarian nilai luhur juga tercermin dalam beberapa capaian, Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai angka 74,90. Ini  didorong oleh akses layanan kesehatan dan pendidikan yang semakin inklusif bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang,”terangnya

Disamping itu  untuk Fasilitasi Rumah Ibadah Pemkab Jepara telah menyalurkan hibah sebesar Rp7,195 Miliar untuk 933 unit tempat ibadah guna memastikan kenyamanan umat dalam menjalankan ibadahnya.

Jepara menurut Bupati juga telah mendapatkan  Pengakuan Internasional. “Kita juga mendapatkan penghargaan “Indonesia Peaceful & Cultural Harmony Regency” dalam Wonderful Indonesia Impact Award. Ini  sebagai bukti bahwa kerukunan di Jepara diakui secara nasional,” pungkasnya

Pada akhir acara, moderator  dialog Muhammad Nurchan mengajak peserta untuk menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Tanah Air Beta. Juga doa Tanduk yang dipimpin oleh Miran. Pada awal acara peserta juga menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Hadepe