blank
Simbolis penyerahan bantuan rambu kebencanaan dari PLN UIK Tanjung Jati B yang diwakili oleh Desta Andri Muryono, Officer TJSL, kepada kepada Petinggi Desa Sumosari, Ahmad Sidiq, Selasa (21/4). Bantuan ini merupakan bagian dari program penguatan Desa Siaga Bencana guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan longsor. Foto: PLN.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam momentum peringatan Hari Kartini, PLN UIK Tanjung Jati B menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan masyarakat dengan menyalurkan bantuan rambu-rambu kebencanaan di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Selasa (21/4).

Desa Somosari merupakan wilayah dataran tinggi di lereng barat Gunung Muria yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor. Berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Jepara, faktor kemiringan lahan, curah hujan tinggi, serta kondisi permukiman yang berada di dekat area rawan menjadikan desa ini membutuhkan sistem mitigasi bencana yang terstruktur dan berkelanjutan.

blank
Penyerahan bantuan sarana kebencanaan oleh PLN UIK Tanjung Jati B kepada Pemerintah Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Selasa (21/4). Bantuan berupa perangkat komunikasi dan pendukung kesiapsiagaan bencana ini menjadi bagian dari upaya penguatan Desa Siaga Bencana di wilayah rawan longsor.. Foto: PLN.

Sebagai bagian dari komitmen PLN UIK Tanjung Jati B dalam mendukung ketahanan masyarakat, program ini dilaksanakan melalui penguatan Desa Siaga Bencana yang terintegrasi dengan pemangku kepentingan terkait. Inisiatif ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0072.P/DIR/2021 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Melalui program ini, PLN UIK Tanjung Jati B memberikan sejumlah sarana pendukung kesiapsiagaan bencana, antara lain papan informasi rawan longsor, peta jalur evakuasi, rambu titik kumpul sementara, rambu jalur evakuasi, serta perangkat komunikasi dan penerangan darurat berupa handy talky dan lampu emergency.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran PLN dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

“Momentum Hari Kartini mengajarkan kita untuk terus berkontribusi bagi kemajuan dan keselamatan masyarakat. Melalui program Desa Siaga Bencana di Somosari, PLN berupaya memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat agar lebih tangguh dan mandiri dalam menghadapi risiko bencana,” ujarnya.

Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pelatihan, serta simulasi kebencanaan. Selain itu, penyusunan sistem peringatan dini, jalur evakuasi, dan peta risiko menjadi bagian penting dalam membangun respons darurat yang cepat dan tepat.

Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan serta tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Dengan adanya program ini, PLN UIK Tanjung Jati B berharap Desa Somosari dapat menjadi model Desa Siaga Bencana yang memiliki sistem mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons kebencanaan yang terencana, terlatih, dan terintegrasi secara berkelanjutan.

Septiana W.