KUDUS (SUARABARU.ID) – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, sebanyak 1.210 calon jemaah haji asal Kabupaten Kudus mengikuti manasik haji terakhir pada Kamis (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk mematangkan kesiapan fisik dan pemahaman ibadah para jemaah sebelum berangkat pada awal Mei mendatang.
Prosesi manasik dimulai dari Gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK) yang disimulasikan sebagai Padang Arafah. Para calon jemaah kemudian melanjutkan rangkaian ibadah dengan praktik lempar jumrah yang dipusatkan di depan Gedung DPRD Kudus.
Tak berhenti di situ, para jemaah juga menjalani simulasi perjalanan menuju Masjidil Haram dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 1,5 kilometer menuju Alun-alun Simpang Tujuh. Di lokasi tersebut, mereka melaksanakan praktik tawaf dan sa’i sebagai bagian dari pemantapan ritual haji secara menyeluruh.
Ketua Panitia Pendalaman Pemberangkatan dan Pemulangan Haji (P4H) JHK IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, menjelaskan bahwa total calon jemaah haji Kudus tahun ini berjumlah 1.210 orang, termasuk petugas haji. Dari jumlah tersebut, jemaah termuda berusia 18 tahun, sedangkan yang tertua mencapai usia 85 tahun.
“Calon jemaah haji Kudus terbagi dalam kloter 40 hingga 44. Mereka dijadwalkan berangkat secara bertahap mulai 4 hingga 6 Mei 2026,” ujarnya.
Namun demikian, terdapat satu calon jemaah yang meninggal dunia sebelum keberangkatan. Pasangannya pun batal berangkat, dan posisinya digantikan oleh jemaah dari Kabupaten Tegal yang kemudian bergabung dengan rombongan Kudus.
Dari sisi kondisi cuaca di Tanah Suci, Deka menyebutkan bahwa suhu diperkirakan berada di kisaran 40 derajat Celsius. Angka ini dinilai lebih bersahabat dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat mencapai 50 derajat Celsius.
Meski demikian, para calon jemaah tetap diimbau untuk menjaga kondisi fisik sejak sebelum keberangkatan. Mereka diminta mengurangi aktivitas berat di luar ruangan serta menjaga stamina agar tetap prima saat menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Ketika di Tanah Suci, jemaah diharapkan fokus beribadah dan menjaga kesehatan, terutama saat menjalani prosesi Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang cukup menguras tenaga,” tambahnya.
Manasik terakhir ini menjadi penutup dari rangkaian pembekalan yang telah dijalani para calon jemaah. Dengan persiapan matang, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, aman, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Ali Bustomi













