KOTA MUNGKID
(SUARABARU.ID) –
Yayasan Sosial Umi Kulsum Magelang (Yasukma) menggelar silaturahmi lintas sektoral, sekaligus launching program wakaf produktif pertanian terpadu organik. Dilaksanakan di sekretariat yayasan tersebut, Dusun tumbrep, Tersan Gede, Salam, Kabupaten Magelang, Rabu (22 April 26).
Ketua yayasan, Solikhin, mengatakan, melalui program itu diharapkan dalam enam bulan ke depan, dana dari donatur bisa masuk sebesar Rp 571 juta. Dengan demikian bisa membangun integrated farming dahulu. Sebelum pembayaran secara tunai untuk pembelian lahan.
Dengan program wakaf produktif yang sudah berjalan, maka pihaknya bisa mencicil dana pembelian lahan. “Nah jadi target kami mungkin dalam enam bulan kami akan coba untuk giat, lebih giat lagi. Maka kami coba hubungan diperluas lagi jaringannya, dari dinas dan dari mana-mana, termasuk organisasi-organisasi Islam. Itu akan kami perluas lagi,” tandasnya.
Juga dengan para donatur lama, akan dihubungi kembali. Jadi targetnya seperti itu. “Kalau secara target masuk itu Rp 571 juta. Luas lahan 1.475 meter,” jelasnya.
Ditambahkan, lahan yayasan yang sedang dikelola berupa sawah sekitar 2.000 meter.
Juga ada lahan di Gunung Wukir, Salam, sekitar 5.000 meter.
Program tersebut digagas sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis wakaf produktif.
Dia menjelaskan bahwa program wakaf produktif pertanian organik terpadu merupakan inovasi dalam pengelolaan wakaf yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Program tersebut mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem terpadu yang saling mendukung. Di antaranya pengembangan peternakan domba dengan kapasitas awal 50 ekor, budidaya perikanan di lahan kolam, serta pertanian organik untuk berbagai komoditas sayur dan buah.
“Melalui konsep ini, kami ingin menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, hasil dari sektor-sektor tersebut juga akan diolah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, termasuk produksi pupuk organik dan olahan hasil pertanian maupun perikanan.
“Kami berharap program ini dapat menjadi model percontohan pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf yang dapat direplikasi di berbagai daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang, Haryono, yang hadir dalam acara itu berterima kasih kepada yayasan tersebut yang bergerak di berbagai bidang. Seperti bidang pertanian, maupun ketahanan pangan. Terhadap launching program tanah wakaf produktif, dengan wakaf yang ada diharapkan bermanfaat bagi semua pihak. “Baik yang mewakafkan maupun yang diwakafi,” katanya.
Dia memuji adanya program pertanian terpadu dan organik. Itu sesuatu yang sangat rumit. Tetapi kalau sukses akan sangat efektif. “Tidak akan ada limbah. Biasanya Menanam cabe ada rumputnya. Ini rumputnya diambil untuk pakan kambing, kotoran kambingnya bisa jadi pupuk. Akan berputar dan menjadi lebih efektif dalam rangka meringankan sarana produksi pertanian dan peternakan,” katanya.
Kepala Kesbangpol, Labbaika Nugroho,berterima kasih kepada yayasan tersebut sebagai pendorong organik. Dia menilai yayasan tersebut termasuk salah satu yang tertib. Terdaftar sejak 2022.
Berdasarkan catatan dia, tahun 2025 ada 170 kegiatan. Tahun ini sudah ada 20 kegiatan yang telah dilaporkan ke Kesbang.
Menurutnya itu menjadi contoh bagi ormas lain. Dia akan mendorong kegiatan positif yayasan tersebut. Diharap di desa lain ada kegiatan seperti itu dan mau bekerja sama dengan pemerintahan setempat.
Ketua panitia, Tolkah Dimyati, menyampaikan bahwa kegiatan itu menjadi langkah awal untuk memperkenalkan konsep wakaf produktif yang terintegrasi dengan sektor pertanian organik. “Harapan kami, acara ini dapat memberikan wawasan kepada semua pihak dan ke depan program ini bisa berjalan dengan baik, serta memberikan manfaat luas,” harapnya.
Eko Priyono













