SEMARANG (SUARABARU.ID) – Jelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menggelar Sarasehan Kapolda Jateng Bersama Elemen Buruh se Jawa Tengah.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan, kehadiran desk ketenagakerjaan merupakan wujud komitmen kepolisian untuk memberikan pelayanan serta perlindungan terbaik terhadap kaum buruh.
Acara yang digelar di D’Atrium Hotel MG Setos Kota Semarang ini dihadiri oleh PJU Polda Jateng dan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Hery Wahyudi, diikuti oleh 100 peserta dari 12 serikat buruh dan pekerja di Jawa Tengah diantaranya FSPMI, KASBI, KSPN, KSPSI, FSB SEMAR dan lainnya.
Ribut mengungkapkan, kolaborasi Polri dan serikat pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan telah membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan buruh.
“Perhatian pemerintah dan pimpinan Polri kepada kaum buruh sangat besar. Melalui Desk Ketenagakerjaan, kami tidak hanya hadir untuk penegakan hukum, tetapi juga mendukung perjuangan hak-hak buruh secara konstruktif,” ujar Kapolda, Selasa (21/4/2026).
Disampaikan, desk ketenagakerjaan Polda Jateng juga telah menangani persoalan di 18 perusahaan dengan total penyelamatan pembayaran pesangon mencapai lebih dari Rp. 4 miliar. Selain penyelesaian sengketa, desk ketenagakerjaan juga berkontribusi melalui penyaluran ribuan tenaga kerja ke sejumlah perusahaan di Jawa Tengah, diantaranya 5000 karyawan di industri mainan anak wilayah Demak dan 1.000 karyawan di bidang usaha serupa di Grobogan.
Kapolda mengungkapkan, bahwa fungsi Desk Ketenagakerjaan kini juga semakin berkembang, tidak hanya untuk proses hukum (yuridis) tetapi juga sebagai ruang konsultasi bagi buruh yang menghadapi masalah ketenagakerjaan.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah perwakilan buruh memanfaatkan ruang dialog tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung, mulai dari hak normatif pekerja, perlindungan bagi buruh non-serikat, hingga dugaan praktik pemberangusan serikat (union busting).
Aspirasi juga disampaikan oleh Aulia Hakim, Ketua DPW FSPMI Jawa Tengah, yang menyoroti pentingnya perluasan sosialisasi desk ketenagakerjaan agar menjangkau seluruh lapisan buruh, termasuk mereka yang tidak tergabung dalam serikat pekerja. Ia berharap setiap laporan yang masuk dapat ditangani secara cepat dan profesional.
Kapolda Jateng menegaskan, pelayanan desk ketenagakerjaan terbuka bagi seluruh pekerja tanpa terkecuali. Ia juga mendorong jajarannya untuk memastikan setiap aduan yang masuk dapat ditindaklanjuti secara optimal.













