blank
Sejumlah narasumber berfoto bersama, usai acara Halal Bihalal dan Rakor AMKI, di Ruang Seminar Rumah Amal Unnes. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Semarang (USM), Dr Saiful Hadi MKom, yang juga relawan PMI Kota Semarang, menyatakan pentingnya peran masjid, dalam memberikan kontribusi saat terjadi bencana.

Hal itu seperti yang disampaikannya, saat acara Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi di Ruang Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) Jawa Tengah, di Ruang Seminar Rumah Amal Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu (18/4/2026).

Dalam keterangannya, Dr Saiful mengatakan, konsep Masjid Kampus Siaga Bencana, memberikan kontribusi nyata dalam kemanusian. Diawali dengan kesiapsiagaan individu, koordinasi penanggulanagn bencana, asssessmen, rencana operasional, pemberian pelayanan, dan monitoring serta evaluasi. Hal ini penting, karena Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana.

BACA JUGA: Pentingnya Etika ‘Public Speaking’ dan Produksi Konten Media Sosial

”Masjid memiliki peran yang sangat penting, karena memiliki kelebihan dibanding bangunan lain. Bangunan masjid juga aman, karena lebih tinggi dibanding yang lain. Selain itu, masjid juga lebih kondusif, aman,” ungkap Dr Saiful.

Menurut dia, untuk mensukseskan masjid kampus siaga bencana, harus disiapkan sebuah tim, pelatihan penanggulangan bencana, kolaborasi dengan PMI, BPBD, Basarnas, atau dengan sejumlah pihak lain.

”Saat ini, masjid di USM sudah memulainya, dan memiliki fasilitas seperti perahu, mobil pick up, serta sejumlah personel terlatih,” tambahnya.

BACA JUGA: Atase Pertanian RI untuk Uni Eropa: FORC3S Bisa Berperan pada Proyek MBG

Sementara itu, Ketua AMKI Jateng, Prof Dr Edy Purwanto MSi menambahkan, Pengurus Wilayah AMKI Jateng, saat ini mendapatkan progress yang bagus, terkait program kerjanya, yaitu pengembangan masjid kampus siaga bencana, standar pengelolaan masjid kampus, dan assessment relegisiusitas.

”Kami berharap, masing-masing tim menindaklanjuti hasil rapat ini, sehingga pada rapat kerja yang akan datang, bisa menjadi lebih matang. Dan program masjid siaga bencana sudah bisa diimplementasikan pada semester kedua,” ungkap Prof Edy.

Hadir dalam kesempatan itu, perwakilan dari pengurus masjid kampus di Jateng, antara lain Prof Dr Rudi Hartono MPd (Unnes), Dr Agus Yulianto MSi (Unnes), Dr Rini Adiyani SE SSos MM MP (UTP), Dr Mahmud SE MM (Udinus), Zakki Nurul Amin MPd (Unnes), Amthori Anwar MSi MMar (Polimarin), Dr Sri Praptono SSos MM (Unpand), dan Dr Beni Habibi MPd (UPS).

Riyan