blank
Kapolres Klaten, AKBP Moh. Faruk Rozi meresmikan revitalisasi tiga Jembatan Merah Putih Presisi. Foto: Dok/Humas

KLATEN (SUARABARU.ID) – Polres Klaten komitmen mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat melalui program Jembatan Merah Putih Presisi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian revitalisasi tiga jembatan, serta dimulainya pembangunan jembatan baru di wilayah terdampak bencana pada Senin hingga Selasa (6-7/4/2026).

Kapolres Klaten, AKBP Moh. Faruk Rozi meresmikan revitalisasi tiga Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Tijayan Kecamatan Manisrenggo, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, dan Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk.

Revitalisasi jembatan ini merupakan bagian dari program Polri untuk masyarakat yang berfokus pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur strategis. Jembatan-jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung antar wilayah, serta penunjang aktivitas ekonomi warga.

Dalam keterangannya, Kapolres Klaten menegaskan, program ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Tidak hanya melalui pembangunan baru, tetapi juga memastikan infrastruktur yang sudah ada tetap layak dan aman digunakan.

“Kegiatan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi merupakan komitmen dan bakti Polri untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat. Kami ingin memastikan akses masyarakat tetap lancar dan aman,” ujar Faruk Rozi, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat lima proyek jembatan di wilayah Kabupaten Klaten dalam program tersebut, terdiri dari tiga revitalisasi dan dua pembangunan baru. Salah satu jembatan baru di Prambanan telah diresmikan sebelumnya, sementara satu lainnya di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, saat ini masih dalam proses pembangunan.

Dikatakan, pembangunan jembatan di Karangnongko ditandai dengan peletakan batu pertama dan merupakan upaya pemulihan infrastruktur pascabencana yang terjadi pada Februari lalu. Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Dukuh Bale Rejo dan Geneng yang sebelumnya terputus.

Menurut Kapolres, pembangunan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua bulan dengan desain yang lebih fungsional, termasuk lebar sekitar 3,5 meter agar dapat dilalui kendaraan roda empat serta struktur yang mendukung keamanan dan kelancaran mobilitas.

“Jembatan ini kami rancang lebih optimal agar dapat menunjang mobilitas masyarakat, baik untuk akses pendidikan maupun kegiatan ekonomi,” jelasnya.

Keberadaan jembatan-jembatan tersebut dinilai memberikan dampak signifikan, khususnya dalam memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, serta membuka konektivitas antarwilayah.