KUDUS (SUARABARU.ID) – Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat hidup seorang perempuan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Meski harus menjalani hari-hari dari atas ranjang, Fatimah tetap berjuang mencari penghasilan sekaligus merajut harapan bagi keluarganya.
Perempuan berusia 38 tahun asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus ini harus menjalani hidup dengan keterbatasan akibat penyakit langka Osteogenesis Imperfecta yang diidap sejak lahir.
Penyakit tersebut membuat tulangnya sangat rapuh dan mudah patah, sehingga Fatimah tidak dapat bergerak bebas. Seluruh aktivitas sehari-hari seperti makan, mandi, hingga beribadah harus dibantu oleh keluarga.
Kasur sederhana yang menjadi tempatnya berbaring setiap hari bahkan merupakan buatan almarhum ayahnya. Dari tempat itulah, Fatimah menjalani kehidupan sekaligus terus berjuang menata masa depan.
Meski dalam kondisi terbatas, Fatimah tak menyerah. Dalam satu tahun terakhir, ia mulai merintis usaha kerajinan rajut. Dengan memanfaatkan aplikasi desain PixelLab, ia membuat desain sendiri yang kemudian diwujudkan bersama rekannya.
Produk yang dihasilkan berupa boneka dan gantungan kunci yang dipasarkan melalui media sosial. Pesanan pun mulai berdatangan dari berbagai daerah, bahkan hingga luar kota.
Tak hanya itu, Fatimah juga aktif sebagai host di aplikasi Hago. Dari aktivitas tersebut, ia mendapatkan penghasilan tambahan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.
Menariknya, meski aktif di dunia digital, Fatimah memilih tidak menampilkan identitas dirinya. Ia ingin karya yang dihasilkan dihargai tanpa dilandasi rasa kasihan.
Di sisi lain, Fatimah mengaku baru pertama kali menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kudus pada tahun 2025 berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp900 ribu.
Keteguhan Fatimah juga diakui oleh keluarganya. Meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal, ia mampu belajar membaca, menulis, hingga mengoperasikan ponsel secara mandiri berkat bimbingan pamannya.
Kisah Fatimah menjadi inspirasi bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk terus berkarya dan bertahan. Dari atas ranjang sederhana, ia terus merajut harapan demi masa depan yang lebih baik.
Ali Bustomi













