JEPARA (SUARABARU.ID) — Ratusan masyarakat Jepara memadati halaman Pendopo Kabupaten Jepara untuk menyaksikan penampilan sendratari teatrikal yang mengangkat kisah Ratu Kalinyamat dan pasukan Laskar Kalinyamat, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Pertunjukan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477, sekaligus menjadi upaya melestarikan budaya dan mengenalkan sejarah tokoh penting Jepara kepada masyarakat.

Pementasan tersebut menampilkan perpaduan seni tari, musik tradisional, dan unsur teatrikal yang menggambarkan kekuatan pasukan Laskar Kalinyamat di bawah kepemimpinan Ratu Kalinyamat.
Cerita yang diangkat tidak hanya menampilkan sosok pemimpin, tetapi juga memperlihatkan proses latihan atau gladhen pasukan sebelum berangkat ke medan pertempuran.

Dalam pertunjukan ini ditampilkan berbagai kelompok penari seperti penari Wedhung, Gandewa, dan Watang yang melambangkan jenis-jenis pasukan yang dimiliki oleh Ratu Kalinyamat.
Sebanyak 24 penari yang berasal dari putra-putri terbaik Jepara tampil memukau dalam pertunjukan ini. Mereka merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan pada bulan Februari, sehingga mampu menampilkan gerakan yang kompak dan penuh penghayatan.

Pertunjukan ini disutradarai oleh Rhobi Shani dari Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Jepara. Sementara itu, koreografi tari dibantu oleh Retno Puji Iswanti, seorang penari asal Desa Keling, serta aransemen musik digarap bersama Ki Dalang Sunyoto yang turut memperkuat nuansa dramatik dalam pertunjukan.
“24 penari tersebut diambil dari hasil seleksi pada bulan februari kemarin dari hampir 100 pendaftar yang berasal dari berbagai kalangan ada yang anak SMP, SMA, hingga Mahasiswa, Intinya seleksi kemarin kita buka secara umum,” ujar Rhobi selaku sutradara.

Tokoh Ratu Kalinyamat dalam sendratari ini diperankan oleh Efie Rohmatin Marfuah, mahasiswa UNISNU Jepara asal Desa Tahunan. Ia juga dikenal sebagai Duta Pariwisata Kabupaten Jepara sejak tahun 2021 hingga sekarang, serta merupakan salah satu peserta terpilih hasil seleksi. Penampilannya yang penuh penghayatan berhasil menghidupkan karakter Sebagai Ratu Kalinyamat.
Meski digelar pada siang hari, antusiasme masyarakat tidak surut. Para penonton tetap bertahan menyaksikan jalannya pertunjukan hingga selesai. Tata panggung yang apik serta penampilan para penari yang penuh penghayatan mampu menghidupkan suasana dan menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan.

Antusiasme juga terlihat dari kehadiran Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Jepara yang turut menyaksikan pertunjukan dari awal hingga akhir. Keduanya tampak menikmati setiap adegan yang ditampilkan serta memberikan apresiasi atas penampilan para pelajar yang tampil memukau.
Dita Salah satu pengunjung asal desa Kedung, mengaku sangat terkesan dengan pertunjukan tersebut.
“Pertunjukannya sangat bagus dan menarik. Selain menghibur, kita juga jadi lebih mengenal sejarah Ratu Kalinyamat. Semoga acara seperti ini bisa sering diadakan,” ujarnya.
Pementasan sendratari ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya lokal sebagai upaya mengenalkan sejarah tokoh penting Jepara kepada masyarakat. Keterlibatan pelajar dalam pertunjukan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah sejak dini, serta menjaga warisan sejarah Jepara agar tetap lestari di masa mendatang.
Hadepe- Diyan Ni’matus Sa’adah













