blank
Widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang, Dr. Muh Khamdan, saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS 2026 di lingkungan Kementerian Pertanian. Foto: Hadepe

SEMARANG(SUARABARU.ID) – Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS 2026 di lingkungan Kementerian Pertanian menghadirkan nuansa berbeda pada Kamis, 9 April 2026. Dalam sesi penguatan nilai kebangsaan, widyaiswara Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang, Dr. Muh Khamdan, menegaskan bahwa sektor pangan dan pertanian merupakan garda terdepan dalam praktik bela negara di era modern. Kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti oleh 10 peserta dari berbagai unit kerja pertanian di daerah.

blank

Dari ruang widyaiswara Bapelkum di Semarang, Khamdan mengajak para peserta memahami bahwa bela negara tidak semata-mata identik dengan pertahanan militer, melainkan juga terwujud dalam upaya menjaga kedaulatan pangan nasional. Ia menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) di sektor pertanian memiliki peran strategis dalam memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan sesi sharing knowledge yang memperlihatkan pengalaman lapangan para peserta sebagai penyuluh pertanian. Mereka berasal dari berbagai wilayah, seperti Kuantan Singingi di Riau, Bengkulu, hingga Timor Tengah Selatan (NTT). Dalam paparannya, para peserta mengungkapkan praktik penyuluhan yang telah dilakukan selama hampir satu tahun terakhir.

blank
Muh Khamdan bersama peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS 2026 di lingkungan Kementerian Pertanian yang berlangsung Kamis, 9 April 2026. Foto: Hadepe

Aktivitas penyuluhan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menyentuh aspek kesadaran masyarakat. Mulai dari dorongan swasembada pangan, kemandirian dalam pengelolaan bibit, hingga pemanfaatan pekarangan rumah menjadi sumber pangan keluarga. Bahkan, edukasi hidup sehat dan bersih turut menjadi bagian dari pendekatan yang dilakukan.

Khamdan menilai bahwa seluruh aktivitas tersebut merupakan bentuk nyata bela negara di bidang pertanian. “Ketika masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, itu adalah bentuk kedaulatan. Di situlah peran ASN pertanian menjadi sangat vital,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Lebih jauh, ia mengaitkan konsep bela negara dengan pembudayaan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, sila-sila dalam Pancasila memberikan landasan etik dan moral bagi ASN dalam menjalankan tugasnya. Nilai gotong royong, keadilan sosial, dan kemanusiaan menjadi prinsip yang harus diinternalisasi dalam setiap program penyuluhan.

Dalam sesi materi, Khamdan juga menguraikan dimensi kesejarahan bela negara, mulai dari masa pra-Indonesia hingga momentum penting seperti berdirinya pemerintahan darurat di Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa semangat bela negara selalu hadir dalam berbagai bentuk, menyesuaikan dengan tantangan zaman.

blank
Dalam sesi penguatan nilai kebangsaan dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS 2026 di lingkungan Kementerian Pertanian Dr. Muh Khamdan, menegaskan bahwa sektor pangan dan pertanian merupakan garda terdepan dalam praktik bela negara di era modern.. Foto: Hadepe

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta diminta menyusun analisis kebangsaan yang relevan dengan tugas dan fungsi mereka di instansi masing-masing. Analisis ini kemudian diterjemahkan ke dalam rencana aksi bela negara yang aplikatif dan terukur.

Tidak hanya itu, peserta juga akan membuat visualisasi dalam bentuk video kebangsaan serta dokumentasi praktik nilai bela negara selama masa habituasi satu bulan ke depan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat internalisasi nilai sekaligus menjadi media refleksi atas peran ASN dalam menjaga ketahanan pangan.

Sinergi antara Kementerian Pertanian dan widyaiswara Bapelkum Semarang ini menjadi contoh konkret kolaborasi lintas sektor dalam membangun ASN yang berkarakter kebangsaan. Melalui pembudayaan nilai Pancasila dan penguatan kesadaran bela negara, sektor pertanian diharapkan semakin kokoh sebagai pilar kedaulatan nasional di tengah dinamika global.

Hadepe