blank
Wakil Rektor I UNISNU Jepara, Dr. Miftah Arifin, S.H., M.H., M.Kn.,, saat membuka secara simbolis bersama jajaran pimpinan fakultas. Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syari’ah dan Hukum UNISNU Jepara resmi menyelenggarakan Festival Syari’ah 9 yang dirangkaikan dengan International Seminar 2026. Acara dibuka oleh  Wakil Rektor I UNISNU Jepara, Dr. Miftah Arifin, S.H., M.H., M.Kn. Pembukaan simbolis  dilakukan bersama jajaran pimpinan fakultas, disertai penampilan seni dari Sanggar Seni Eling.

Agenda ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Fakultas Syari’ah dan Hukum UNISNU Jepara. Acara pembukaan berlangsung pada Sabtu 6 April 2026 bertempat di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana UNISNU Jepara.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk siswa-siswi tingkat SLTA dari MA, SMA, dan SMK se-Kabupaten Jepara yang hadir bersama guru pendamping, serta tamu undangan dari civitas akademika dan institusi terkait.

blank
Wakil Rektor I UNISNU Jepara, Dr. Miftah Arifin, S.H., M.H., M.Kn saat memberikan sambutan. Foto Dok

Wakil Rektor I UNISNU Jepara, Dr. Miftah Arifin, S.H., M.H., M.Kn., saat  membuka secara resmi rangkaian Festival Syari’ah 9 menekankan pentingnya penguatan kapasitas intelektual mahasiswa di tengah dinamika global yang terus berubah, terutama dalam sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Acara berlanjut pada sesi Keynote Speech oleh Dr. Wahidullah, S.H.I., M.H., Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum. Ia memberikan landasan teoretis terkait tantangan geopolitik dan prospek ketahanan keuangan di pasar ASEAN dan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OIC).

blank
Sesi foto bersama narasumber dan peserta seminar internasional. Foto: Dok

Seminar internasional kemudian menghadirkan narasumber dari empat negara: Odilov Akmaljohn (Silk Road University of Tourism and Cultural Heritage, Uzbekistan),  Associate Prof. Dr. Tubagus Achmad Darodjat (Rajamangala University of Technology Krungthep, Thailand), Prof. Dr. Fauzillah Binti Saleh (Sultan Zainal Abidin University, Malaysia) dan  M. Nahdudin Masykur (Bank Syari’ah Nasional)

Dalam pemaparan para pembicara menyampaikan bahwa negara-negara ASEAN memiliki peluang besar memperkuat ketahanan finansial melalui integrasi ekonomi, peningkatan investasi asing, pengembangan sektor digital, serta akselerasi industri syariah.

  1. Nahdudin Masykur menambahkan bahwa stabilitas geopolitik dan kemampuan Indonesia menghadapi tekanan global merupakan bagian penting dari upaya memperkuat sistem perbankan syariah nasional.

Seminar internasional terbagi dalam dua panel utama. Kedua panel dipandu oleh moderator Ika Lailatun Ni’mah, S.E., dan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab bersama peserta.

Pada sesi penutup, panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pembicara, guru pendamping, dan peserta atas antusiasme mereka. Agenda diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat kepada para narasumber.

Hadepe – Fadhilatul Hidayah Rofiq