JEPARA (SUARABATU.ID) — Ribuan pengunjung sudah memenuhi area obyek wisata Pantai Kartini sejak pagi sekali. Mereka menantikan arak-arakan Festival Kupat Lepet dalam rangka Pesta Lomban 2026 yang digelar di Pantai Kartini, Sabtu pagi 28 Maret 2026.

Suasana meriah menyelimuti acara yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Jepara, Witiarso Utomo dan Ibnu Hajar beserta jajarannya. Mereka langsung bergabung dalam arak-arakan gunungan kupat dan lepet selepas dari Upacara Larungan Kepala Kerbau yang dilaksanakan di lepas Pantai Pulau Panjang.
Serangkaian acara dibuka oleh sambutan Wakil Bupati Jepara Ibnu Hajar. Beliau mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam sambutannya meminta dukungan para masyarakat dan stakeholder Pemerintah Daerah serta tamu undangan agar Bupati dan seluruh jajaran bisa mewujudkan Jepara yang maju, unggul dan Makmur. Salah satunya dengan mempertahankan tradisi seperti yang telah dilaksanakan.

Seusai serangkaian acara, setelah Bupati Witiarso Utomo dan Forkompinda Jepara memotong tali dari janur kuning, warga langsung menyerbu gunungan kupat dan lepet yang menjadi puncak acara tahunan tersebut.
Tampak hanya dalam kurun waktu sekitar 15 menit, 1447 buah kupat dan lepet yang jumlahnya menyesuaikan tahun Hijriah ini, dan telah disusun menjadi dua gunungan besar ludes diserbu warga. Bahkan ada yang memang dari rumah berniat untuk ikut mengambil kupat lepet yang telah di kirab.
“Alhamdulillah dapat banyak. Tadi nunggu di depan, panas-panasan tapi akhirnya dapat juga. Nanti mau digantung di kendaraan,” ujarnya Anton, salah satu warga Jepara.

Dengan wajah sumringah dia mengaku sangat senang bisa mendapatkan bagian dari gunungan tersebut bahkan bercerita bahwa telah bersiap sejak awal di barisan depan bersama keluarganya.
Sementara itu saat sesi wawancara, Bupati Jepara Witiarso Utomo menjelaskan makna filosofis di balik tradisi kupat dan lepet. “Kupat dari kata ngaku lepat, artinya mengakui kesalahan. Lepet melambangkan kebersamaan yang erat. Setelah Idulfitri, kita diajak untuk saling memaafkan, saling menguatkan, dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya didampingi Wakil Bupati Ibnu Hajar.
Menurutnya, warga berebut kupat dan lepet sebagai simbol keberkahan dan rasa syukur. Ia juga menambahkan tradisi ini merupakan wujud syukur masyarakat pesisir Jepara, khususnya para nelayan, atas rezeki yang diberikan dari laut.
Dalam hal ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara berharap rangkaian Pesta Lomban, termasuk Festival Kupat Lepet dan Kirab Kerbau seerta Larungan ini dapat semakin dikenal luas dan menjadi daya tarik wisata unggulan daerah.
Bupati Witiarso Utomo berharap Pesta Lomban ini akan semakin ramai, semakin dikenal, dan tentunya membawa berkah bagi masyarakat Jepara.
Septiana W.













