blank
Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Forkopimda dampingi tim pencarian dan sampaikan ucapan dukacita yang mendalam. Foto: Manan

JEPARA (SUARABARU.ID- Peristiwa tragis menimpa dua remaja asal Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, yang dilaporkan tenggelam Air Terjun Watubobot pada Sabtu siang. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian oleh tim gabungan.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo bersama sejumlah  pejabat , turut hadir mendampingi proses evakuasi dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

Dua korban diketahui bernama Ahmad Dani Azkaniami (17), warga Bawu RT 6/1 yang masih berstatus santri di salah satu pesantren di Kajen, serta Miftakhur Khoir (17), teman sekampungnya. Keduanya sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk pergi memancing sejak pagi hari.

Peristiwa nahas tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB, saat seorang teman korban meminta pertolongan kepada warga setelah mengetahui keduanya tenggelam. Warga sekitar segera mendatangi lokasi dan berupaya melakukan pencarian menggunakan alat seadanya seperti bambu, namun belum membuahkan hasil.

Lokasi Sungai atau Air Terjun  Watubobot sendiri berada sekitar 2 kilometer dari jalan desa, sehingga cukup menyulitkan akses dan proses evakuasi.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara yang dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Arwin Noor Isdiyanto  kemudian diterjunkan untuk melakukan pencarian lebih lanjut. Korban pertama, Miftakhur Khoir, berhasil ditemukan sekitar pukul 11.50 WIB. Sementara korban kedua, Ahmad Dani Azkaniami, ditemukan pada pukul 12.08 WIB oleh petugas penyelam.

Selama proses pencarian berlangsung, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir di lokasi untuk memantau sekaligus memberikan dukungan kepada tim evakuasi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jepara, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya dua anak kita. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan atas musibah ini,” ungkap Bupati.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di area sungai, terutama saat beraktivitas tanpa pengawasan serta peralatan keselamatan yang memadai.

Hadepe – Manan