blank
Ustadz AKP Surono (duduk di mimbar depan) menyampaikan tausyiah halalbihalal dengan mengangkat tema ''Satu maaf menyambuhkan seribu luka.''(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tausyiah mengangkat tema “Satu maaf menyembuhkan seribu luka” disajikan oleh AKP Surono. Ustadz yang sehari-harinya menjabat sebagai Kapolsek Baturetno Polres Wonogiri ini, menyampaikan tausyiah tersebut, saat diminta tampil dalam acara halalbihalal.

Acara halalbihalal disenggelarkan warga masyarakat Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Mujahidin, di Dusun Minggar, Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Acara ini berlangsung khidmat dengan penuh kebersamaan. Ikut hadir, para aparat dari unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta aparat kepolisian dari Polsek Eromoko. Hadir mewakili Kapolsek Eromoko, Brigpol Feri Handoyo S dan Briptu Gita Candra. Kepala Desa Minggarharjo diwakili oleh Kepala Dusun Minggar, Sukarlan, juga tampak hadir para Ketua-ketua RT/RW.

Ustadz AKP Surono yang merupakan Kapolsek Baturetno, tapi dalam kiprahnya juga aktif memberikan pembinaan rohani kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Tausyiahnya kali ini, mengangkat tema “Satu maaf menyembuhkan seribu luka”.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan tilawatil Al-Qur’an oleh Ananda Ibnu Umar Saputra, sambutan Kepala Dusun (Kadus), ikrar halal bihalal, pengajian, doa bersama.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menyampaikan, kehadiran anggota Polri dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung kegiatan positif serta menjaga kedekatan dengan warga.

“Melalui momentum halal bihalal ini, kami berharap terjalin komunikasi yang harmonis antara Polri dan masyarakat, sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun kebersamaan dan mempererat persatuan di tengah masyarakat.(Bambang Pur)