GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Peristiwa ledakan petasan yang mengagetkan warga terjadi di Desa Ngraji, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (24/3/2026) malam.
Insiden ledakan tersebut menggegerkan warga sekitar, usai suara dentuman keras terdengar dari sebuah rumah kosong.
Ledakan petasan di Desa Ngraji, Purwodadi ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan menyebabkan dua remaja mengalami luka-luka.
BACA JUGA : Penemuan Mayat Pria di Kunden Wirosari Gegerkan Warga, Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula dari aktivitas pembuatan mercon oleh salah satu korban. Remaja berinisial MR (15) diketahui membeli bahan baku mercon dari sebuah toko online.
Diketahui, MR membeli bahan berupa boster lengkeng, aluminium, dan belerang untuk meracik petasan menjelang Idulfitri.
“Total yang dibuat ada 25 petasan. Sebanyak 24 sudah diledakkan. Kemudian, tersisa satu yang kemudian meledak pada Selasa 24 Maret 2026,” jelas AKP Siswanto, dalam keterangannya.
Setelah itu, MR mengajak temannya berinisial MNA (12) untuk menuju sebuah rumah kosong milik warga bernama Santoso. Rumah tersebut berada di wilayah RT 4 RW 2 Desa Ngraji.
Di lokasi tersebut, MR mencoba menangani sisa petasan yang belum diledakkan. Ia merendam petasan tersebut dengan cara meletakkan, menginjak, lalu menarik sumbunya.
Hal itu dilakukan MR di bagian dapur rumah kosong yang saat itu tidak berpenghuni. Situasi yang tampak sepi membuat kedua remaja tersebut leluasa beraktivitas.
Namun nahas, saat MR menarik sumbu petasan, ledakan tiba-tiba terjadi. Dentuman keras langsung memecah suasana dan mengakibatkan keduanya terpental.
Ledakan tersebut mengenai tubuh MR dan MNV yang berada di dekat titik ledakan. Keduanya langsung mengalami luka akibat paparan panas dan tekanan dari petasan.
“Korban pertama yakni MR ditemukan warga dalam kondisi tergeletak. Sedangkan korban kedua yakni MNV berhasil keluar dari rumah kosong tersebut. Keduanya dibawa warga ke RSUD dr Soedjati Purwodadi,” jelas AKP Siswanto.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan. Mereka mengevakuasi korban dengan cepat ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Purwodadi. Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Grobogan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengungkap penyebab pasti ledakan. Sejumlah barang bukti ditemukan di lokasi kejadian.
Barang bukti tersebut antara lain sandal kiri warna biru merk villapeer yang berada di depan pintu rumah. Selain itu, ditemukan serpihan kertas dari bahan mercon yang berserakan di dalam rumah.
BACA JUGA : Halalbihalal Sekaligus Temu Reuni Sesama Teman Sekolah
Petugas juga menemukan ceceran darah di lantai tengah dan dinding dekat pintu dapur. Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya dampak ledakan.
Selain itu, terdapat ceceran warna putih yang diduga sebagai sisa bahan mercon di lantai dapur dekat titik ledakan. Temuan ini memperkuat dugaan aktivitas peracikan petasan di lokasi tersebut.
Tim Inafis juga mengamankan kawat sepanjang sekitar 10 centimeter yang diduga digunakan sebagai pengikat bahan mercon. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Akibat ledakan tersebut, bagian dapur rumah kosong mengalami kerusakan. Atap dapur yang terbuat dari asbes tampak rusak akibat tekanan ledakan.
“Dua orang mengalai luka dan dibawa ke RSUD dr Soedjati Purwodadi,” jelas Kapolsek.
Luka Bakar dan Patah Tulang
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, MR mengalami luka bakar sekitar 15 persen. Meski demikian, korban dalam kondisi sadar saat mendapatkan perawatan.
Selain luka bakar, MR juga mengalami patah pada tangan kiri dan tungkai kaki kanan. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani penanganan intensif.
Sementara itu, korban kedua yakni MNV mengalami luka bakar sekitar 5 persen. Ia juga dalam kondisi sadar saat dirawat oleh tim medis.
Luka bakar yang dialami MNV terdapat pada bagian paha kanan dan kiri serta pada perut bagian bawah. Kondisinya relatif lebih ringan dibandingkan korban pertama.
BACA JUGA : Lonjakan Aktivitas Lebaran, Dinas Kesehatan Grobogan Imbau Waspada Campak pada Anak
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material tetap terjadi akibat kerusakan bangunan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kerugian material yang dialami pemilik rumah mencapai Rp2 juta, yakni kerusakanpada bagian atap dapur yang terbuat dari asbes,” pungkas AKP Siswanto.
Penyelidikan
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Rizky Ari Budianto saat dikonfirmasi menjelaskan insiden ledakan yang terjadi di Desa Ngraji tersebut disebabkan oleh petasan.
Pihaknya mengungkapkan, saat ini Satreskrim Polres Grobogan sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden yang terjadi pada Selasa (24/3/2026) itu.
“Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan terkait asal usul bahan mercon-nya,” jelas AKP Rizky, Rabu (25/3/2026).
TYA WIDYA













