blank
Kabag SDM dan Umum Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Eko Agus Susanto, bersama Kepala Dishub Wonogiri Waluyo dan Kabag SDM Polres Kompol Sri Martini, mengibaskan bendera start untuk melepas keberangkatan arus balik yang menggunakan pelayanan gratis dari Terminal Tipe A Giri Adipura, Wonogiri.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Arus balik gratis pasca Lebaran Idul Fitroi 1447 H (2026 M), Rabu (25/3/26), dilepas keberangkatannya secara resmi melalui upacara yang digelar Terminal Tipe A Giri Adipura, Krisak, Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Keberangkatannya, ditandai dengan kibasan bendera start. Layaknya pada keberangkatan rombongan jamaah calon haji dari Wonogiri menuju Asrama Haji di Donohudan, Surakarta, yang menyertakan mobil pengawal dari kepolisian. Polres Wonogiri bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait, hadir dalam upacara pemberangkatan arus balik gratis tersebut.

Program angkutan balik gratis pelayanan dari Kementerian Perhubungan Tahun 2026/1447 H ini, memberangkatkan sebanyak 6 bus. Prosesi keberangkatannya berlangsung Pukul 08.40 hingga Pukul 09.15. Acara ini, dihadiri oleh Kabag SDM dan Umum Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Eko Agus Susanto bersama jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri, Waluyo, serta Pimpinan Dinas Instansi terkait dan Kepala Terminal Giri Adipura, Agus Hasto Purwanto.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, Kapolres Wonogiri diwakili oleh Kabag SDM Polres Wonogiri Kompol Sri Martini. Sebanyak 6 unit bus disiapkan dalam program arus balik ini, terdiri dari 5 bus reguler dan 1 bus khusus bagi penyandang disabilitas. Armada bus tersebut, digunakan untuk mengangkut masyarakat dari komunitas kaum boro (perantau) yang kembali ke perantauan di kota besar wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Itu dilakukan, setelah mereka usai merayakan Lebaran Idul Fitri di kampung halamannya masing-masing.

Pelayanan gratis arus balik ini, merupakan bentuk nyata pelayanan pemerintah dalam mendukung kelancaran kaum boro untuk kembali ke perantauannya demi mencari nafkah. Program angkutan arus balik mudik gratis ini, menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan. Selain itu, kehadiran bus khusus disabilitas, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang inklusif dan merata, kepada seluruh lapisan masyarakat.

Adanya sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemda, Polri, serta stakeholder terkait, menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan arus mudik dan arus balik Lebaran. Dengan adanya fasilitas transportasi gratis ini, diharapkan masyarakat dapat kembali ke perantauannya dengan aman, nyaman dan tertib. Ini sekaligus mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif.(Bambang Pur)