blank
Personel Fire Fighter Damkar Markas Induk yang datang ke lokasi, berusaha memastikan semua dalam kondisi aman, termasuk memeriksa stok persediaan tabung gas dan regulatornya.(Dok.Damkar Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Api mendadak berkobar dari regulator tabung gas yang dipakai memasak Teh Ginastel (legi, panas, kenthel). Kejadian ini, berlangsung Rabu siang (25/3/26) di bagian dapur Kedai Teh Ginastel milik Slamet Rahardjo (69), di Lingkungan Cubluk RT 1/RW 4, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, penanganan kebakaran tersebut dilakukan Pukul 14.10 sampai dengan Pukul 14.35.

Team Fire Fighter Damkar Markas Induk Wonogiri, tiba di lokasi atas permohonan dari pihak keluarga, yang meminta bantuan pemadaman. Mereka terdiri atas Komandan Regu (Danru)-1 Sukatman bersama Anggota Regu Ayiep Donni Listria Sakti, Aprianto Purnomo Hadi, Andrie Budi Atmojo, Effendi Agus Nugroho, Arif Prasetyo, Eko Widodo dan Ahmad Setyo Utomo. Datang ke lokasi dengan membawa serta dua unit mobil brandweer.

 
”Tapi ketika tim kami datang di lokasi, situasinya sudah terkendali, kobaran api sudah berhasil dipadamkan,” jelas Sriyanto Kembo. Penyebab kebakaran, karena ada kebocoran gas dari komponen regulator tabung Elpigi (LPG).
Kebocoran itu, berdampak memunculkan nyala api yang kemudian berkobar, setelah kebocoran gas menyala oleh api kompor. Kejadiannya, berlangsung saat kompor dipakai untuk memasak air dalam memproses pembuatan Teh Ginastel.
Handuk

Dengan sigap, pihak keluarga pemilik Kedai Teh Ginastel berusaha memadamkan kobaran api memakai handuk yang dibasahi pakai air sabun deterjen. Handuk basah tersebut, kemudian ditutupkan ke bagian regulator dan tabungnya. Kemudian nyala api bisa padam, tanpa berkobar membakar rumah produksi pembuatan Teh Ginastel.

Tim Damkar dari Markas Induk Wonogiri yang datang ke lokasi, segera melakukan pengecekan kembali kondisi tabung gas dan regulatornya. ”Kondisinya sudah dalam keadaan aman, dan api sudah benar-benar padam,” jelas Sriyanto Kembo.

Bersamaan itu, Tim Damkar melakukan tindakan penyelamatan barang dan benda-benda yang belum terbakar. Yakni dengan cara memindahkan tabung gas ke area terbuka depan kedai. Kemudian dilakukan penyisiran area kebakaran, untuk memastikan bahwa api sudah benar-benar padam.

Pihak Damkar memuji tindakan pihak keluarga pemilik kedai, yang sigap melakukan pemadaman secara swadaya atas inisiatifnya sendiri. Sehingga kobaran api tidak meluas. Para pihak yang berada di ring satu atau berada langsung di lokasi, memang harus sigap melakukan tindakan pemadaman. ”Hal yang penting lagi, pastikan penggunaan kompor benar-benar aman. Tidak ada gas bocor, tidak ada suara mendesis dan tidak ada bau,” pesan Sriyanto Kembo.

Peran Team Fire Fighter Damkar, sifatnya hanya memberikan bantuan pemadaman, selagi para pihak yang berada di ring satu, merasa kewalahan. Karena itu, bagi rumah produksi yang menggunakan api, bijaksana bila senantiasa siap dengan tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau peralatan lain yang berfungsi dapat memadamkan kebakaran.(Bambang Pur)