WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pagelaran wayang kulit Lakon Bima Suci, dipentaskan di Alun-alun Giri Krida Bakti depan kantor Bupati Wonogiri, Jawa Tengah. Wayangan dalam rangka halal bihalal Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M) dan silaturahmi akbar warga Wonogiri ini, berlangsung Minggu malam sampai Senin dinihari (22-23/3/26).
Menyajikan Lakon Bima Suci bersama Dalang Ki Amar Pradopo (putra Dalang Kondang Almarhum Warseno Slank) Surakarta. Menghadirkan Bintang Tamu Gareng Semarang, Bagong Sriwedari Solo dan Sinden Eka Surati. Bersamaan pentas wayang kulit tersebut, dibagikan gratis bakso sebanyak seribu porsi kepada para penonton.
Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri FX Pranata dan Kabag Prokopim Surya Kusuma Ditya, menyatakan, pembagian gratis seribu prosi bakso tersebut, bertujuan untuk mengangkat citra kuliner bakso khas Wonogiri. ”Agar pamornya mendunia,” jelas FX Pranata.
Acara akbar pentas wayang kulit tersebut, terselenggara atas kolaborasi Pemkab Wonogiri bersama para tokoh dari komunitas kaum boro (perantau) asal Wonogiri yang sukses di Jakarta. Diantaranya adalah Kanjeng pangeran (KP) Dr Katno Hadi MM, MH, H Soeparno Grafindo, HY Supardi SM, Marsekal (Purn) Daryatmo SIP, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Dr Sudarmanto Leles MM.
Juga melibatkan Yuli Heru SE, KRT Lesna Purnawan SE, MM, H Wasino Sulaiman, Sarnen Sujarwadi, Suparno Parnaraya dan Tekad Sukatno. Juga melibatkan para perantau Wonogiri di seluruh Indonesia melalui masing-masing paguyubannya, Pengurus Pakari (Paguyuban Keluarga Wonogiri), para tokoh pencetus ide Bakso Wonogiri Mendunia.
Ikut hadir dalam acara tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Wakil Bupati Imron Rizkyarno beserta jajaran Forkopimda. Juga hadir Sekda FX Pranata bersama Asisten Sekda, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Gecul
Dalam episode Limbukan, ditampilkan adegan gecul (jenaka) oleh Bintang Tamu Gareng Semarang dan Bagong Sriwedari. Yang diselang-seling dengan sajian aneka tembang yang menghibur oleh para waranggana. Ikut tampil ke panggung untuk menyambungkan tembang (menyanyi), Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno bersama tokoh kaum boro dari Jakarta, Katno Hadi dan Sudarmanto Leles.
Mereka mendendangkan Lagu Ojo Dibanding-bandingke, bersama Bintang Tamu Gareng Semarang dan Bagong Sri Wedari berikut dua dari delapan waranggana yang malam itu tampil dalam pentas. Aneka sajian tembang dan lawakan, kembali muncul di episode gara-gara saat keluarnya para Panakawan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.
Wonogiri yang dikenal sebagai Kabupaten Wayang, pernah menggelar pentas wayang secara akbar. Dalam rangka memperingati genap 10 windu Kemerdekaan Republik Indonesia atau HUT Proklamasi 17 Agustus 2025 lalu. Saat itu, digelar pentas wayang kulit serentak digelar di 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri.
Pementasan wayang kulit, digelar sekaligus untuk nguri-uri (melestarikan) kesenian adi luhung peninggalan nenek moyang. Untuk diketahui, wayang kulit telah menjadi warisan dunia yang diakui sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau mahakarya warisan kemanusiaan untuk lisan dan non-bendawi. Pengakuhan ini diberikan oleh UNESCO pada Tanggal 7 November 2003.
Wonogiri, merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia yang memiliki Museum Wayang Nasional. Lokasinya di Kecamatan Wuryantoro (sekitar 20 Kilometer arah barat daya Ibukota Kabupaten Wonogiri). Museum ini, diresmikan oleh Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, untuk pengamanan pentas wayang tersebut diturunkan sejumlah personel dari Polsek Wonogiri Kota Pimpinan Kapolsek Iptu Pradana Dwi Atmaja. Pengamanan dilakukan bersama anggota TNI dan aparat dari dinas terkait, yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2026.(Bambang Pur)













