PACITAN (SUARABARU.ID) – Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Akhmad Jazuli, menilai, sebagai kota kecil, Pacitan mampu mengelola potensinya dengan sungguh-sungguh, khususnya di sektor pariwisata.
Hal itu disampaikan Akhmad Jazuli, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Musrenbang RKPD Kabupaten Pacitan 2027. Dikatakan, keberhasilan Pacitan selaras dengan ketangguhan sektor ketenagakerjaan, yang secara konsisten menunjukkan kinerja unggul dan stabil setiap tahunnya.
Kemampuan daerah dalam menjaga angka TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) tetap rendah, mencerminkan daya serap pasar kerja lokal optimal, serta produktivitas masyarakat yang tinggi. Berkaitan dengan rendahnya IPM, disebutkan menjadi sinyal penting untuk melakukan percepatan peningkatan SDM, guna mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Indeks Pembangunan manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI), adalah indikator komposit untuk mengukur capaian pembangunan kualitas hidup manusia di suatu wilayah. IPM mengukur tiga dimensi dasar, yakni umur panjang dan hidup sehat (kesehatan), pengetahuan (pendidikan), serta standar hidup layak (ekonomi/pendapatan).
Dua Metode
Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, upacara pembukaan Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Pacitan 2027 dilakukan Bupati Indrata Nur Bayuaji. Acara ini dilaksanakan Selasa (17/3/26) di Pendapa Kabupaten Pacitan, berlangsung dalam dua metode, yakni secara luring dan daring. Diikuti oleh perwakilan dari seluruh stakeholder, mulai dari DPRD, OPD serta masyarakat.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam sambutannya berkata: “Mangga (dipersilahkan), forum yang baik dan penuh berkah ini, dijadikan momentum sebaik-baiknya untuk menyatukan dan menyamakan pandangan usulan untuk Pacitan yang sama-sama kita cintai,” kata Bupati Pacitan.
Bupati Pacitan menyampaikan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Kabupaten Pacitan telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi sangat baik dan merata. Pertumbuhan ini, didorong oleh sektor primer (pertanian/perikanan), dan tingginya aktivitas sektor transportasi serta pergudangan.
Selain itu, tambah Bupati, ini dipengaruhi pula oleh tingginya kunjungan ke Kabupaten Pacitan. Baik kunuungan dari mereka yang berwisata, atau berkegiatan di Pacitan. Yakni kota kabupaten berjuluk 70 Mile Sea Paradise, yang menjadi faktor pendukung lainnya.(Bambang Pur)













