blank
Setda Blora berbagi dan buka puasa bersama Ramadan 2026, Senin 16 Maret 2026. Foto: Kudnadi Saputro Blora

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora Setda Blora menggelar berbagi dan buka puasa bersama Ramadan 2026, diikuti karyawan dan karyawati (ASN) Setda Blora, di halaman belakang, Kantor Bupati Blora, Jl Pemuda No.12 Blora, pada Senin 16 Maret 2026.

Kegiatan berbagi dan buka puasa bersama berlangsung dalam suasana kebersamaan tersebut, dihadiri keluarga besar Setda Blora, Dharma Wanita Persatuan unit Setda Blora, didukung oleh Baznas Kabupaten Blora.

Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi menyampaikan bahwa siapapun yang nanti menjadi penerus (pengganti Sekda), kegiatan Setda Blora berbagi dan buka puasa bersama yang diikuti karyawan dan karyawati Sekretariat Daerah Kabupaten Blora ini agar dijadikan tradisi, semua yang membantu Setda Blora diajak dan diperhatikan bersama, warga sekitar termasuk loper koran juga.

“Pada kegiatan ini, panitia menyalurkan 75 paket bingkisan kepada para penerima manfaat, yakni 10 orang tua atau wali murid TK Pertiwi Setda, 15 warga sekitar, serta 50 tenaga outsourcing yang selama ini membantu operasional Setda, mulai dari petugas keamanan, pengemudi hingga petugas kebersihan,” ujar Sekda Blora.

Sekda Blora menegaskan bahwa kegiatan berbagi dan buka puasa bersama tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada pihak-pihak yang selama ini ikut membantu kinerja Setda Blora.

“Melalui kegiatan Setda Blora berbagi dan buka puasa bersama, kita berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi sesama sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan kerja, sekaligus sebagai upaya mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan 2026,” ucap Sekda Blora.

Sementara itu, penceramah Ramadan 2026 dalam acara Sekda Blora berbagi dan buka puasa bersama, Kyai Soimron Mlangsen menjelaskan bahwa dalam ilmu fikih terdapat amalan, yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan dapat berakibat dosa, oleh karena itu umat Islam diajak untuk menjalankan kewajiban dengan sungguh-sungguh.

“Masuk surga syaratnya menjalankan kewajiban dari Allah. Puasa Ramadan adalah salah satu bentuk ketaatan kita,” jelas Kyai Soimron.

Lebih lanjut, Kyai Soimron mengatakan bahwa hubungan manusia dengan Allah, ibarat orang yang berpamitan dengan keluarga untuk pergi menjalankan tugas, pada akhirnya harus kembali kepada Allah.

“Ibarat hubungan manusia dengan Allah seperti seseorang yang berpamitan kepada keluarga untuk pergi menjalankan urusan, yang pada akhirnya harus kembali pulang,” kata Kyai Soimron.

Kudnadi Saputro