blank
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo tampil memimpin apel gelar pasukan Operasi Candi Ketupat, didampingi Sekda FX Pranata (kanan berbaju batik) dan Dandim 0728 Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan (kiri).(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M), diperkirakan akan mencapai 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 146,48 juta orang.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo mengungkapkan hal itu, Kamis (12/3/26), saat memimpin apel Gelar Pasukan Ketupat Candi 2026. Apel digelar di Halaman Mapolres Wonogiri. Tampil mendampingi Kapolres sebagai pemimpin apel, Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan dan Sekda FX Pranata. Bertiga, mereka melakukan pemeriksaan barisan peserta apel.

Menurut Kapolres, besarnya jumlah pergerakan masyarakat di Hari Raya Lebaran Idul Fitri tersebut, berpotensi meningkat sebagaimana pengalaman pengamanan mudik pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait, menggelar operasi terpusat dengan sandi “Ketupat Candi 2026.”

Operasi kepolisian ini, mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.” Operasi ini akan digelar selama 13 hari, mulai Tanggal 13 Maret hingga Tanggal 25 Maret 2026. Terkait ini, Kapolres menyatakan, jajaran kepolisian bersama TNI dan para pihak terkait, siap mengamankan Lebaran melalui Operasi Candi Ketupat.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, apel gelar pasukan diikuti oleh personel dari Dalmas, Satlantas, Satreskrim, Satintelkam, Satnarkoba, Polwan, aparat dari Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan, PMI, BPBD, Senkom Mitra Polisi, RAPI, dan barisan dari Pramuka Saka Bhayangkara.

Sebagai pimpinan apel, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menyampaikan, apel gelar pasukan ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. Apel gelar pasukan ini, sekaligus untuk memperkuat sinergisitas dengan stakeholder, dalam rangka pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tujuannya, agar perayaan Lebaran Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Rekayasa

Polres Wonogiri telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk rekayasa lalu lintas, guna mengurai kepadatan kendaraan berdasarkan analisa serta laporan petugas di lapangan secara real time.

Bersamaan itu, ditekankan tentang pentingnya pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) dan BBM, guna menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi berjalan lancar. Aparat juga diminta menindak tegas praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.

Kapolres Wonogiri juga menekankan agar seluruh personel memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Yakni dengan mengedepankan sikap humanis dan responsif, selama pelaksanaan pengamanan Lebaran. Petugas di lapangan, diharapkan melakukan pengecekan kesehatan pengemudi, kondisi kendaraan, kesiapan rambu-rambu lalu lintas, serta lampu penerangan jalan, sekaligus siaga di titik-titik rawan kecelakaan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan Hotline 110 sebagai sarana pengaduan maupun pelaporan tanggap darurat. Baik yang terkait gangguan Kamtibmas maupun kondisi kemacetan di jalur mudik. Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, dalam mendukung pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan dinas operasional guna memastikan kesiapan sarana prasarana, dalam mendukung pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Melalui apel gelar pasukan ini, Polres Wonogiri menegaskan komitmennya untuk memberikan pengamanan maksimal. Ini demi terciptanya mudik yang aman, tertib dan lancar bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Wonogiri.(Bambang Pur)