ROTE NDAO, NTT (SUARABARU.ID) — Sebanyak 55 ekor paus pilot ditemukan terdampar di pesisir Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin malam, 09 Maret 2026.
Dari 55 ekor ikan paus pilot yang terdampar ini, dikabarkan, 21 di antaranya mati. Peristiwa ini mengejutkan masyarakat setempat karena puluhan mamalia laut berukuran besar terlihat berada di perairan dangkal hingga sebagian terdampar di bibir pantai.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang Imam Fauzi seperti dikutip Kompas mengatakan, koloni paus itu terdampar pada Senin (9/3/2026). “Melihat pergerakan paus ke pesisir, warga setempat dan sejumlah aparat dari Polri dan TNI berusaha menghalau. Paus terus bergerak ke darat hingga terdampar,” kata Imam.
Dituturkan, petugas bersama warga berjibaku menghalau paus yang berada di perairan dangkal agar bergerak ke tengah laut. Sepanjang malam, petugas terus berupaya. Hasilnya, 34 ekor paus lainnya bisa diselamatkan.
Awalnya Dikira Lumba-lumba
Peristiwa bermula ketika warga Desa Deranitan yang berada di sekitar pantai melihat sekumpulan hewan laut besar bergerak tidak normal di perairan dangkal. Awalnya warga mengira hewan tersebut adalah lumba-lumba.
Namun setelah diamati lebih dekat, ternyata hewan tersebut adalah paus jenis paus pilot yang terjebak di perairan dangkal dekat pantai. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan pihak berwenang.
Tidak lama kemudian, tim dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang bersama aparat pemerintah daerah dan masyarakat setempat datang ke lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan.
Tim gabungan segera berupaya mengarahkan paus yang masih hidup menuju perairan yang lebih dalam agar dapat kembali ke laut lepas. Berdasarkan hasil pendataan tim konservasi, terdapat 55 ekor paus pilot yang terdampar di kawasan pantai tersebut.
“Dari jumlah tersebut 34 ekor paus berhasil diselamatkan dan dikembalikan ke laut sedangkan 21 ekor paus ditemukan mati karena kondisinya sudah sangat lemah,” ujar Imam Fauzi.
Ukuran paus yang terdampar bervariasi, dengan panjang tubuh antara sekitar 2,4 meter hingga lebih dari 5 meter. Ada pun sumber yang mengatakan bahwa paus pilot dikenal sebagai mamalia laut yang hidup dalam kelompok besar dan memiliki ikatan sosial yang kuat.
Karena sifat tersebut, jika satu individu mengalami kesulitan atau tersesat, anggota kelompok lainnya sering ikut mendekat hingga akhirnya seluruh kelompok dapat terdampar di pantai.
Hingga saat ini, penyebab pasti terdamparnya puluhan paus pilot tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh para ahli. Akan tetapi dari beberapa sumber mengatakan bahwa faktor dugaan yang menyebabkan kejadian tersebut, di antaranya gangguan navigasi paus saat menggunakan sistem echolocation untuk menentukan arah, Perubahan arus laut dan kondisi lingkungan dan Paus mengikuti sumber makanan hingga mendekati perairan dangkal
Peristiwa ini sempat menarik perhatian warga di sekitar lokasi. Banyak masyarakat datang ke pantai untuk menyaksikan paus-paus yang terdampar dan sebagian warga justru membantu tim penyelamat dalam proses evakuasi paus yang masih hidup.
Peristiwa terdamparnya puluhan paus di Pantai Mbadokai menjadi pengingat pentingnya bagi kita semua agar menjaga ekosistem laut di wilayah Nusa Tenggara Timur yang merupakan jalur migrasi berbagai jenis mamalia laut. Kerja sama antara pemerintah, tim konservasi, dan masyarakat berhasil menyelamatkan sebagian besar paus yang terdampar. Meski demikian, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius bagi para peneliti dan pemerhati lingkungan untuk memahami penyebabnya serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Clarissa Martina Y Fallo













