blank
Dua orang dosen dari Fakultas Ekonomi USM, menjadi asesor eksternal dalam pelaksanaan UKK di SMK Palebon Semarang. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Semarang (USM), berpartisipasi sebagai asesor eksternal, dalam pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) Tahun Ajaran 2025–2026, di SMK Palebon, Semarang, belum lama ini.

Dosen USM yang menjadi asesor eksternal kegiatan UKK itu merupakan Kepala Laboratorium Manajemen FE USM, Dr Andhy Tri Adriyanto SE MM, dan Kepala Laboratorium Akuntansi Windasari Rachmawati SE MM.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Palebon, MK Catur Rini SPd, yang menyambut langsung kehadiran tim asesor dari USM.

BACA JUGA: USM LCC Tingkatkan Sinergitas dengan Yayasan Alumni Undip dan Rektorat

Dalam keterangannya, Catur Rini mengatakan, pihaknya mengapresiasi dukungan FE USM yang telah berpartisipasi sebagai asesor eksternal. Menurutnya, kegiatan itu merupakan bentuk kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan, dalam mendukung peningkatan kualitas kompetensi lulusan.

Dia berharap, kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

”Kami berharap, melalui kegiatan ini tercipta sinergi yang kuat antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi, dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” katanya.

BACA JUGA: USM Dorong Mahasiswa FTIK Mengenal Blockchain dan Ekosistem Web3

Ditambahkan dia, UKK merupakan tahap evaluasi akhir bagi siswa SMK, untuk mengukur kemampuan dan keterampilannya, sesuai dengan bidang keahlian yang dipelajari selama masa pendidikan.

”Kehadiran asesor eksternal dari perguruan tinggi ini, bertujuan untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif, profesional, dan sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku,” ujarnya.

Sedangkan Dr Andhy Tri Adriyanto menyatakan, keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan UKK, menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi.

BACA JUGA: Rektor USM Santuni Anak Yatim Piatu dan Dhuafa di Desa Timbulsloko

Disampaikan dia, sinergi antara SMK dan perguruan tinggi sangat penting, untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

”Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa, untuk menunjukkan kemampuan praktis yang telah mereka pelajari,” ungkapnya.

Riyan