blank
Kalapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari menyerahkan bansos kepada keluarga WBP. Foto: Ning S (SUARABARU.ID)

Menurut Mardi, untuk pemberian bantuan sosial yang dilaksanakan hari ini merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Ini adalah salah satu langkah kongkrit yang dilakukan Kanwil Pemasyarakatan Jateng dalam Ramadan. Yang mana juga menerima donasi Alquran yang sangat dibutuhkan UPT,” kata Raja Faisal.

Diharapkan dengan bantuan Alquran ini menjadi langkah awal dalam membina WBP agar lebih giat lagi dalam beribadah.

“Kebetulan saya pantau langsung Lapas Semarang, saya sangat puas dan mengapresiasi semua langkah yang dilakukan Lapas Semarang dalam membina WBP. Ada ketrampilan merajut, membatik dan lainnya. Termasuk di Lapas Perempuan, di sana ada membuat kue, dan membuat tas,” terang Raja Faisal.

“Saya apresiasi pada Kalapas terutama pada Pak Kakanwil-nya yang membina para Kepala UPT untuk berinovasi, bagaimana WBP bukan sekedar bisa, tapi bagaimana warga binaan saat bebas nanti bisa diterima masyarakat,” tandasnya.

Kakanwil Mardi juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Alfatihah atas dukungan dan kepeduliannya kepada jajaran pemasyarakatan, khususnya kepada warga binaan pemasyarakatan atas bantuan 10.000 mushaf Alqur’an.

Ia berharap bantuan ini dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta menjadi bekal dalam menjalani proses pembinaan menuju pribadi yang lebih baik.

Pada momen buka bersama juga dihadirkan penceramah, KH. Puryanto, S.Ag Bu yang memberikan tausiah nya.

Ning S