GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, Satlantas Polres Grobogan memperkuat koordinasi lintas instansi.
Hal itu terlihat saat melakukan survei jalur alternatif serta pemetaan titik rawan lalu lintas di wilayah Kabupaten Grobogan, Senin (9/3/2026).
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan jalur transportasi sekaligus mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran.
BACA JUGA : Lapas Semarang Serahkan Bansos untuk Keluarga WBP, Anggota Komisi XIII DPR RI Sampaikan Apresiasi
Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Grobogan menggandeng sejumlah instansi terkait guna memperkuat koordinasi dalam menghadapi Operasi Ketupat Candi 2026.
Survei dilakukan untuk memeriksa kondisi jalur alternatif sekaligus memetakan titik rawan lalu lintas yang berpotensi memicu kemacetan selama periode mudik.
Kegiatan survei tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan, BPJ Purwodadi, Jasa Raharja Cabang Purwodadi, serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).
Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengelolaan lalu lintas sekaligus mendukung kesiapan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Grobogan.
Petugas memulai survei dengan meninjau langsung sejumlah ruas jalan yang dinilai memiliki potensi menjadi jalur pendukung selama arus mudik dan balik Lebaran.
Tim survei memfokuskan pemantauan pada jalur alternatif yang menghubungkan Purwodadi–Wolo–Sambungharjo–Jeketro–Mlilir. Jalur tersebut dipetakan sebagai rute penyangga yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.
Selain meninjau kondisi jalan, petugas juga memperhatikan kelayakan fasilitas pendukung yang berada di sepanjang jalur alternatif tersebut.
Satlantas Polres Grobogan juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah perlintasan kereta api (KA) sebidang yang berada di sepanjang jalur tersebut.
BACA JUGA : Satlantas Polres Grobogan Gelar Ramp Check Bus di Terminal Induk Purwodadi, Pastikan Kesiapan Angkutan Jelang Lebaran
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan faktor keselamatan pengguna jalan tetap terjaga, terutama pada titik perlintasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani menyampaikan bahwa kegiatan survei tersebut merupakan bagian dari langkah persiapan menjelang arus mudik Lebaran.
“Survei ini merupakan bagian dari persiapan Operasi Ketupat Candi 2026. Kami ingin memastikan jalur alternatif, perlintasan kereta api, serta kondisi jalan di wilayah Grobogan dalam keadaan siap dilalui masyarakat,” ujar AKP Kumala Enggar Anjarani.
Melalui kegiatan tersebut, pihak kepolisian berupaya memetakan berbagai potensi hambatan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas selama periode mudik.
Selain itu, pengecekan infrastruktur jalan juga menjadi fokus utama agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman.
Imbauan
Dalam kegiatan yang sama, petugas Satlantas Polres Grobogan juga memberikan imbauan kepada penjaga palang pintu perlintasan sebidang di Desa Sambungharjo.
Petugas diminta untuk lebih memperhatikan mekanisme buka-tutup palang pintu agar tetap sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku.
“Kami mengingatkan agar palang pintu perlintasan sudah ditutup sesuai jeda waktu yang telah ditentukan oleh pihak PT KAI sebelum kereta api melintas, sehingga dapat mencegah atau meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Selain itu, Satlantas Polres Grobogan juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi trouble spot atau titik rawan kemacetan.
Identifikasi tersebut dilakukan sebagai dasar dalam penerapan rekayasa lalu lintas apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
Menurut AKP Kumala, langkah antisipatif ini bertujuan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama periode mudik Lebaran.
Perkembangan Jalur Semarang-Purwodadi
Dalam kesempatan tersebut, tim juga meninjau perkembangan pembangunan Jalan Raya Purwodadi–Semarang, tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Ruas jalan tersebut sebelumnya sempat terputus akibat tanggul jebol dan kini masih dalam proses perbaikan oleh pihak terkait.
Keberadaan jalan tersebut dinilai penting karena menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat Grobogan maupun para pemudik yang melintas di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, perbaikan jalan telah memasuki tahap pengecoran dan tinggal menunggu proses pengerasan sebelum dapat difungsikan secara optimal.
“Dari hasil koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi, diperkirakan pada H-7 Lebaran jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan. Namun untuk sementara waktu, jalur tersebut hanya dapat digunakan oleh kendaraan kecil dan mobil pribadi,” jelas Kasat Lantas Polres Grobogan.
Melalui survei jalur alternatif dan pemetaan titik rawan lalu lintas tersebut, Satlantas Polres Grobogan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi sebagai bagian dari kesiapan menghadapi Operasi Ketupat Candi 2026.
BACA JUGA : BI Tegal Fasilitasi Ekspor 19,8 Ton Kopi Robusta Pekalongan ke Yunani
Kasat Lantas AKP Kumala Enggar Anjarani menegaskan, upaya koordinasi tersebut diharapkan mampu memastikan kesiapan jalur alternatif serta penanganan titik rawan lalu lintas.
Dengan adanya pemetaan tersebut, mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar.
TYA WIDYA













