YOGYAKARTA (SUARABARU.ID) – Memasuki momentum Ramadan 2026, PT Pegadaian secara agresif memperkuat posisinya di pasar investasi emas ritel.
Melalui program aktivasi “Ramadan Bareng Tring” yang digelar di Pakuwon Mall Yogyakarta (7–8 Maret 2026), perusahaan pelat merah ini berupaya mengubah persepsi masyarakat terhadap emas: dari sekadar perhiasan menjadi instrumen perlindungan aset digital yang inklusif.
Strategi ini bukan tanpa alasan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas tetap menjadi primadona sebagai safe haven.
Hal ini tercermin dari data internal Pegadaian Kanwil XI Semarang yang mencatat pertumbuhan volume investasi emas sebesar 5,7 kilogram hanya dalam enam hari pertama di bulan Maret 2026 untuk wilayah Jateng dan DIY.
Pegadaian kini mengalihkan fokusnya pada kelompok Generasi Z melalui aplikasi Tring.
Strategi ini bertujuan untuk meruntuhkan hambatan masuk (barrier to entry) bagi investor pemula yang sering kali menganggap investasi emas membutuhkan modal besar.
Dengan aksesibilitas yang tinggi, warga masyarakat kini bisa menabung emas mulai dari Rp10.000.
Dengan Tring!, pegadaian menjamin keamanan karena sebagai instrumen lindung nilai (hedging), emas dinilai mampu menjaga nilai kekayaan dari gerusan inflasi dalam jangka panjang.
Selain itu, dengan strategi experiential marketing, edukasi tidak lagi dilakukan secara kaku, melainkan melalui hiburan, lelang emas harga khusus, dan penampilan musisi seperti Ello untuk membangun kedekatan emosional dengan investor muda.
Deputy Operasional Pegadaian Kanwil XI Semarang, Ali Mustaat, menekankan bahwa emas adalah instrumen yang relatif stabil.
Meskipun tidak memberikan keuntungan instan secara spekulatif, karakteristik emas sebagai penjaga nilai aset membuatnya sangat relevan bagi masyarakat yang ingin melakukan perencanaan finansial jangka panjang.
“Kami melihat potensi pertumbuhan investor emas ritel yang masih sangat besar. Emas mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap inflasi,” ujar Ali, Senin 9 Maret 2026.
Pegadaian memastikan edukasi investasi ini merata di seluruh Indonesia, oleh karena itu digelar rangkaian roadshow “Ramadan Bareng Tring”, mulai 28 Feb – 1 Mar 2026 diadakan di Medan (Sun Plaza), Pekanbaru (SKA), Makassar (Panakkukang), Surabaya (TP 3), Manado (Mega Mall).
Setelahnya, acara dilanjutkan pada 7 – 8 Maret 2026 yang diadakan di Yogyakarta (Pakuwon), Palembang (PSCC), Denpasar (Living World), Bandung (TSM). Terakhir, kegiatan diadakan pada 14 – 15 Maret 2026 di Pontianak (Gaia Mall)
Sementara itu, momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri diprediksi akan menjadi katalis positif bagi volume transaksi emas.
Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat, optimis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk mengalokasikan dana THR ke dalam bentuk aset produktif seperti cicil emas dan tabungan emas digital.
“Melalui pendekatan yang lebih modern dan inklusif, Pegadaian berharap emas bukan lagi menjadi investasi “orang tua”, melainkan gaya hidup finansial bagi generasi masa depan untuk mencapai kemerdekaan finansial yang tahan banting terhadap inflasi,” katanya.













