KUDUS (SUARABARU.ID) – Polsek Kudus Kota menunjukkan komitmen tanpa kompromi dalam menjaga kondusifitas wilayah. Setelah menggagalkan rencana tawuran berdarah di kawasan belakang Pabrik Gula (PG) Rendeng, petugas kini bergerak maraton memburu anggota komunitas remaja yang masih buron.
Hingga Senin malam, sebanyak 21 remaja telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Namun, polisi memastikan pengejaran tidak berhenti di situ. Unit Reskrim dan Unit Intelkam kini tengah melacak sejumlah nama lain yang telah masuk dalam radar petugas.
Siapa sangka, rencana aksi tawuran yang melibatkan senjata tajam ini dipicu oleh alasan yang sangat sepele. Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa perselisihan bermula dari peristiwa “perang air” di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, sehari sebelumnya.
“Ada pihak yang merasa kalah dalam perang air tersebut, lalu memprovokasi teman-temannya untuk melakukan aksi balasan secara terencana dengan membawa senjata tajam,” jelas AKP Subkhan.
Geng ‘Tongker’ Terdeteksi: Anggota Lintas Kota
Hasil pengembangan penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan. Aksi ini didalangi oleh komunitas remaja bernama “Tongker” (Tongkrongan Keren). Komunitas ini beranggotakan remaja dengan latar belakang beragam, mulai dari pelajar SMP, SMA/SMK, hingga pemuda yang sudah bekerja.
Bukan hanya warga lokal, polisi juga mengidentifikasi keterlibatan oknum dari luar daerah. Berikut adalah barang bukti yang berhasil diamankan:
Berbagai jenis sajam yang sedianya digunakan untuk tawuran, 12 unit sepeda motor, beberapa di antaranya berpelat nomor luar kota seperti Pati dan Semarang.
Langkah Tegas
Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi komunitas yang mengarah pada tindakan kriminal. Polsek Kudus Kota berkomitmen menyelesaikan kasus ini hingga tuntas guna mencegah munculnya kelompok serupa di masa depan.
“Kami ingin masalah ini selesai sampai ke akarnya. Komunitas yang mengarah pada tindakan negatif akan kami bubarkan demi Harkamtibmas di wilayah Kudus Kota,” tegasnya.
Mengingat mayoritas pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar di wilayah Bae, AKP Subkhan memberikan peringatan keras kepada para orang tua.
“Kami mengimbau orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak, terutama di luar jam sekolah. Kami tidak akan mentoleransi tindakan apa pun yang mengganggu ketertiban umum di Kota Kudus,” pungkasnya.
Ali Bustomi













