KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Tourism Information Center (TIC) di Hotel Atria Magelang, diresmikan Jumat (27/2/2026). Kehadiran pusat informasi itu diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata, sekaligus meningkatkan daya tarik Magelang sebagai destinasi unggulan di Jawa Tengah.
Magelang dikenal sebagai jantung pariwisata Jawa Tengah. Tidak hanya memiliki Candi Borobudur, wilayah itu juga kaya akan potensi desa wisata, kuliner, seni budaya, serta keindahan alam yang beragam. Potensi besar tersebut membutuhkan dukungan sistem informasi yang terintegrasi, agar dapat diakses wisatawan secara optimal.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Mulyanto, menyampaikan apresiasi atas peresmian TIC tersebut. Kehadiran TIC dinilai sebagai terobosan penting dalam memperkuat jejaring dan membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi di wilayah Magelang Raya.
Dengan diresmikannya TIC di Hotel Atria Magelang, diharapkan dapat menjadi pusat informasi, promosi, dan inovasi yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya mengapresiasi tempat ini dirancang sebagai ruang temu. Di sinilah pemerintah, pelaku industri, budayawan, dan masyarakat duduk bersama. Pariwisata tidak bisa jalan sendiri-sendiri, kita harus bergerak dalam satu ekosistem,” kata Mulyanto.
Ditambahkan, dengan informasi yang jelas, wisatawan akan terdorong mengunjungi desa wisata dan membeli produk UMKM. Itu bentuk nyata dukungan terhadap ekonomi kerakyatan.
“Semoga TIC ini menjadi pemantik bagi sektor swasta lainnya untuk turut serta membangun pariwisata Magelang yang berkualitas dan berkelanjutan,” harapnya.
Sementara, General Manager Hotel Atria Magelang, Efriansyah, menyampaikan bahwa kehadiran TIC merupakan bentuk kontribusi nyata pihak hotel dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
Disebutkan, Magelang memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi sejarah, budaya, keindahan alam, maupun ekonomi kreatif yang terus berkembang. “Kami menyadari bahwa daya tarik destinasi tidak hanya ditentukan oleh objek wisata, tetapi juga oleh kemudahan akses informasi yang jelas, akurat, dan terintegrasi,” ujarnya.
Menurutnya, hotel sering menjadi pintu pertama bagi wisatawan saat tiba di suatu daerah. Oleh karena itu, keberadaan TIC di lingkungan hotel diharapkan dapat membantu wisatawan memperoleh informasi lengkap, sehingga mendorong mereka untuk menjelajahi lebih banyak destinasi dan memperpanjang masa tinggal. Dia menambahkan, TIC juga diharapkan menjadi pusat promosi destinasi wisata Magelang dan sekitarnya, sekaligus menjadi media promosi bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, serta sarana pengenalan budaya lokal kepada wisatawan.
“Kami percaya hotel bukan hanya tempat bermalam, tetapi bagian dari perjalanan wisata itu sendiri. Kehadiran TIC ini merupakan langkah awal kolaborasi antara Atria Hotel dan pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan pariwisata Magelang Raya,” jelasnya.
Selain itu, TIC di hotel juga diharapkan dapat menjadi mitra resmi pemerintah dalam berbagai kegiatan promosi pariwisata, termasuk sebagai venue untuk penyelenggaraan promosi daerah.
Eko Priyono













