blank
Para guru bahasa Jawa SMP se Kebumen mengikuti Diseminasi Pembelajaran Mendalam untuk Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa di Aula SMPN 7 Kebumen, Kamis (26/2).(Foto:SB/MGMP Bahasa Jawa)

KEBUMEN (SUARABARU.ID)“Wulangan basa Jawi niku penting ngasilaken siswa pinter napa prigel?” (Pembelajaran bahasa itu mengutamakan siswa pintar atau terampil)?” tanya Dr H Agus Sunaryo, SPd MPd, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen.

Hal itu disampaikan Kadisdikpora Kebumen  mengawali sambutannya saat membuka sekaligus memantik Diseminasi Pembelajaran Mendalam untuk Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa di Aula SMPN 7 Kebumen, Kamis (26/2).

Kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman dan sekaligus perubahan terkait pelaksanaan pendekatan pembelajaran terbaru.

Menurut Agus Sunartyo, siswa yang pintar dengan nilai tinggi belum tentu terampil berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa dengan baik dan benar. Berbeda dibandingkan dengan siswa terampil. Meskipun nilai belajarnya tidak setinggi siswa pintar, karena komunikasinya baik, siswa seperti ini lebih diterima oleh masyarakat, khususnya dunia kerja.

Agus Sunaryo juga menyampaikan bahwa program pelestarian bahasa daerah, khususnya Jawa harus terus dilakukan. Bahasa Jawa maupun bahasa nasional merupakan identitas dan sekaligus jati diri bangsa.

Agus Sunaryo menegaskan, bangsa yang besar akan bangga dengan bahasanya. Belanda adalah salah satunya. Sikap dan kepercayaan diri warganya tampak ketika berbicara, berjalan, dan dalam aktivitas apa pun. Karena itu Jawa yang memiliki nilai adiluhung warisan para leluhur ini jangan sampai kalah bangga dengan berbahasa Jawa.

Hadir dalam kesempatan itu guru bahasa Jawa SMP se kabupaten Kebumen dan Pranoto SPd MPd selaku Ketua MKKS SMP.

Ketua MKKS SMP mengapresiasi pengurus MGMP dan seluruh guru bahasa Jawa SMP atas diselenggarakannya kegiatan diseminasi. Meskipun dilaksanakan pada bulan suci Ramadan, ternyata tidak mengurasi motivasi dan antusias dalam berproses meningkatkan komptensinya.

Menurut Pranoto, kemitraan MGMP Bahasa Jawa dengan MKKS di tingkat kabupaten telah terjalin baik dalam kontribusinya menyiapkan panduan bahan ajar maupun soal-soal sumatif akhir semester maupun akhir tahun. Hal ini akan dijaga terus menerus demi menjaga kualitas pendidikan di kabupaten Kebumen.

Sedangkan Ketua MGMP Bahasa Jawa SMP Eko Wahyudi menyatakan, Pembelajaran Mendalam diluncurkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena itu setiap guru, khususnya guru bahasa Jawa, segera beradaptasi dengan regulasi terbaru.

“Penyusunan perencanaan pembelajaran hingga asesmen benar-benar diukur untuk mendapatkan pencapaian sesuai dengan kurikulum yang berjalan.” tegas Eko Wahyudi..

Menurut Eko Wahyudi, meskipun bimbingan teknis terkait implementasi pembelajaran mendalam  bahasa Jawa baru mendapatkan pada akhir tahun 2025 lalu, diharapkan tidak mengurangi motivasi untuk mengkases informasi-informasi baru melalui berbagai kanal Pendidikan, sehingga bahasa Jawa tetap bisa beridiri sejajar dengan mata pelajaran lainnya.

Komper Wardopo