WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang mati dan ruas jalan yang rusak, perlu segera dilakukan perbaikan. Ini demi mewujudkan keamanan, keselamatan dan kenyamanan. Terlebih dalam menyongsong keramaian kedatangan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Demikian disampaikan para juru bicara fraksi DPRD Kabupaten Wonogiri, Rabu (18/2/26), saat menyampaikan laporan hasil reses masa persidangan kedua Tahun 2025/2026. Mereka terdiri atas Zhakaria Anan Fachruzi (Fraksi PDI Perjuangan), Widiyatno (Fraksi Partai Golkar), Iwan Susilo (Fraksi PKS), Dwi Parsetyo (Fraksi Gerindra Plus PAN) dan Ahmad Nasir (Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat).
Rapat paripurna dihadiri 44 dari 50 anggota Dewan, dipimpin Ketua DPRD Sriyono bersama Wakil Ketua Krisyanto dan Suryo Suminto dan didampingi Sekretaris Dewan Edhy Tri Hadiyantho. Dua dari 5 fraksi tidak ada yang absen, yakni Fraksi PKS sebanyak 5 anggota dan Fraksi Gerindra Plus PAN sebanyak 7 anggota. Fraksi PDI Perjuangan sebanyak 27 hadir 24, Fraksi Partai Golkar 7 hadir 5, dan Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat 4 hadir 3.
Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, Zhakaria Anan Fachruzi, menyatakan, informasi tentang banyaknya LPJU yang mati diserap atas aspirasi dan masukan yang diterima saat anggota Dewan melaksanakan reses. ”LPJU yang mati menjadikan suasana gelap, yang ini beresiko dapat memunculkan kecelakaan,” jelasnya.
Disamping perlunya perbaikan LPJU yang mati, Juru Bicara Fraksi Partai Golkar Widiyatno, mendesak agar Pemkab Wonogiri segera melakukan perbaikan ruas jalan yang rusak. ”Untuk mewujudkan keamanan, keselamatan dan kenyamanan. Terlebih dalam menyongsong kedatangan arus mudik Lebaran Idul Fitri,” tandas Widiyatno.
Perbaikan
Desakan untuk segera melakukan perbaikan pada ruas jalan yang rusak, juga disampaikan oleh Juru Bicara Fraksi Gerindra Plus PAN, Dwi Prasetyo. ”Termasuk perbaikan talud penguat tebing jalan yang rusak, mendesak untuk segera dilakukan perbaikan,” tegas Dwi Prasetyo.
Juru Bicara Fraksi KBD, Ahmad Nasir, minta, agar penanganan masalah LPJU tidak hanya sekadar mengganti lampu yang mati. ”Tapi perlu penambahan LPJU di tempat-tempat yang masih dirasa memerlukan,” tegasnya. Disamping itu, perlu perbaikan jalan desa dan Jalan Usaha Tani (JUT). Tentang kartu PBI BPJS yang dinonaktifkan secarra tidak tepat sasaran, itu menyulitkan warga kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan.
Iwan Susilo dari Fraksi PKS, memberikan apresiasi respon cepat Bupati dalam mengambil langkah strategis untuk memberi solusi dan rasa nyaman masyarakat, terkait dinonaktifkannya Program BPJS PBI. Iwan, mendesak perlunya Pemkab mengimbau masyarakat membersihkan saluran demi mengantisipasi bencana banjir. Juga memangkas pohon yang berpotensi tumbang menimbulkan bencana.
Terkait pemangkasan Dana Desa yang mencapai lebih 60 persen, Pemkab diminta melakukan pemetaan prioritas program desa. Menyikapi tantangan fiskal ke depan, hendaknya melahirkan peluang untuk terus berbenah dan melakukan kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga non pemerintah. Ini untuk memaksimalkan potensi dalam pembangunan ekonomi, demi memberikan akses tambahan ke sumber daya, baik dalam bentuk investasi, pelatihan maupun pembiayaan untuk pelaku usaha lokal.
Menyikapi beragam pendapat yang disampaikan para juru bicara fraksi tersebut, Wakil Bupati Imron Rizkyarno, menyatakan, itu akan dijadikan masukan dan bahan dalam menyempurnakan pelaksanaan pembangunan.(Bambang Pur)













