blank
Kemenkum Jateng gelar Kultum Ramadan, bahas adab puasa. Foto: Humas

Ketiga, meninggalkan perkataan kotor dan perbuatan tercela yang dapat mengurangi pahala puasa. Keempat, mengusahakan mandi sebelum subuh agar dalam kondisi suci dan segar saat memulai ibadah puasa. Ia juga menyampaikan anjuran untuk tidak berbekam saat berpuasa sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak melemahkan kondisi fisik.

Adab berikutnya adalah membaca doa ketika berbuka puasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Selain itu, umat Islam dianjurkan memberikan makanan berbuka puasa kepada orang lain, meskipun hanya dengan satu butir kurma. “Memberikan makanan berbuka, walaupun sederhana, pahalanya besar. Bahkan satu butir kurma pun jika diberikan dengan hati yang menyenangkan, itu sangat dianjurkan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar meninggalkan hal-hal yang merugikan selama berpuasa, termasuk penggunaan telepon genggam secara berlebihan untuk hal yang tidak bermanfaat. Selain itu, dianjurkan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan parfum serta menjaga kesederhanaan dalam berpenampilan. Ustadz Kholis menutup rangkaian adab dengan pesan untuk memperbanyak membaca Alquran dan berbuat baik kepada keluarga selama bulan Ramadhan.

Ustadz Kholis mengingatkan bahwa Ramadan adalah momentum memperbaiki diri secara menyeluruh. “Ramadan ini adalah madrasah. Kalau akhlak kita tidak berubah menjadi lebih baik, berarti ada yang perlu kita evaluasi dalam puasa kita,” ujarnya.

Kanwil Kementerian Hukum Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang pembinaan rohani secara konsisten sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang harmonis, religius, dan berlandaskan nilai-nilai kebaikan.

Ning S