MAGELANG (SUARABARU.ID) – Pada Porprov 2026 yang berlangsung Oktober mendatang, Kota Magelang mengirimkan atlet lebih banyak dibanding pada event serupa sebelumnya. Langkah ini bertujuan untuk menaikan ranking, dengan meraih medali lebih banyak khususnya emas
Untuk mencapainya, ungkap Ketua Umum Kota Magelang Ali Sobri Sungkar, persiapan atlet terus dilakukan dengan berlatih sekeras mungkin hingga tiba waktunya.
Di depan peserta Raker KONI Kota Magelang Tahun 2026 di Hotel Trio Azana, Sabtu (14/2) dia menegaskan, ‘’Kami siap menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII di Semarang Raya, Oktober 2026. Atlet yang berangkat sebanyak 143 atlet dari 20 cabang olahraga. Kami bertekad memperbaiki peringkat di tingkat provinsi.’’
Pelatih, manajer dan official yang mendampingi atlet, sehingga total berjumlah 208 orang. Dengan tekad kuat dan semangat tinggi, optimis dapat meraih sukses prestasi.
Dia menjelaskan, KONI sudah membentuk tim sukses yang diketuai oleh Mayor (Purn) Mashudi Pitoyo, yang juga menjabat Ketua Harian KONI Kota Magelang. Tim ini mempersiapkan kontingan Kota Magelang yang diberi nama ‘Garuda Emas’. Berarti ‘Gapai, Raih dan Uber’ dapatkan emas untuk Magelang.
“Tim sukses sudah bekerja dengan mengadakan tes fisik untuk atlet. Selanjutnya segera diadakan pembinaan mental atlet dan pertemuan dengan para orang tua atlet. Kami harap langkah ini dapat membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan,” katanya.
Ali mengungkapkan, langkah dan upaya yang dilakukan bukan tanpa kendala. Di lapangan masih menemui hal-hal yang harus disempurnakan, seperti fasilitas dan sarana prasarana latihan yang terbatas, dispensasi latihan dari sekolah yang kadang bermasalah, dan tak kalah penting adalah keterbatasan anggaran.
“Namun, kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang tahun 2026 ini memberikan hibah kepada KONI sebanyak Rp 2 miliar. Dana ini kami prioritaskan untuk persiapan kontingen menuju Porprov 2026,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, Ali menyampaikan tantangan ke depan terkait pembinaan tidaklah mudah. Terutama dari aspek regenerasi atlet yang dinilainya belum terprogram dengan baik, bahkan sedikit terabaikan.
Hal ini ia rasakan betul saat akan mengikuti kejuaraan-kejuaraan terasa sulit mendapat atlet yang memenuhi persyaratan dari sisi usia.
“Kita pernah tidak bisa memberangkatkan beberapa atlet karena terhambat faktor usia. Maka, kami mencoba berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk menggagas terbentuknya Badan Pembinaan Olahraga Pelajar (BAPOPSI), yang mengkoordinir pembinaan atlet muda berprestasi di satuan pendidikan,’’ ujarnya.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono melalui sambu tan yang dibacakan Sekretaris Disporapar Widi Haryani menegaskan, Porprov 2026 merupakan tujuan besar yang harus dipersiapkan dari sekarang. Pagu anggaran yang ada harus diisi dengan perencanaan matang, pembinaan terstruktur, dan pengelolaan yang profesional.
“Porprov bukan sekadar soal medali, tapi dedikasi, karakter dan kebanggaan membawa nama Kota Magelang penuh dengan rasa hormat. Maka, kesungguhan pengurus, pelatih dan keringat para atlet akan diuji,” ungkapnya. (Doddy Ardjono)













