SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Tahun Baru Imlek atau Chūnjié Tahun 2026 ditetapkan pada Selasa Tanggal 17 Februari 2026 lusa. Ini untuk perayaan Imlek Tahun ke-2577 Kongzili dalam kalender lunar. Yakni kalender tradisional Tiongkok, yang melambangkan siklus kehidupan dan perhitungan waktu berdasarkan bulan.
Berdasarkan kalender lunar China, tahun ini merupakan Tahun Kuda Api (Bing Wu), sebuah siklus langka yang hanya terjadi setiap 60 tahun sekali. Kuda dikenal dengan energinya yang dinamis, kuat, meledak-ledak, penuh gairah. Tahun Kuda Api yang dimulai pada 17 Februari 2026, menjanjikan perubahan besar bagi banyak orang.
Di Kota Surakarta, Jawa Tengah, dalam memeriahkan Imlek Tahun Kuda Api kali ini, dipasang ribuan lampion. Termasuk Lampion Perjalanan ke Barat (Xi You Ji) atau Journey to The West, ikut dihadirkan di atas panggung lampion berada di urutan kedua dari arah utara. Keberadaannya, berderet dengan lampion-lampion lain yang berjejer memanjang di depan Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah dan menjadi latar belakang objek untuk swafoto bagi para wisatawan.
Lampion Xi You Ji, melengkapi 12 lampion berbentuk shio, 17 lampion dewa-dewi, lampion master shio kuda, Juga dipasang 5.000 lampion bulat warna merah, kuning, hijau, biru di area Pasar Gede dan jembatan Kali Pepe. Terpasang pula melintang jalan depan Balai Kota, tulisan dalam dalam kemasan cahaya warna-warni Gong Xi Fai Cai dan Happy Chinese Horse Year.
Xi You Ji adalah sebuah karya sastra terkenal dari zaman Dinasti Ming. Novel ini, menceritakan mitologi klasik pertentangan antara baik dan buruk, dengan tema seorang pendeta dari zaman Dinasti Tang, saat melakukan perjalanan ekspedisi untuk mengambil Kitab Suci ke Barat (Journey to The West).
Populer
Di Indonesia, novel ini dikenal dengan nama See Yu Ki. Keberadaannya begitu populer, karena juga diterbitkan sebagai cerita bersambung di sejumlah media pers, dan juga diangkat ke layar lebar serta film serial di sejumlah televisi.

Walaupun tokoh pendeta yang digambarkan di dalam novel ini merupakan pendeta Xuanzang, yang di Indonesia dikenal dengan nama Tong Samcong. Meskipun deskripsi Pendeta Tong, bertolak belakang dengan karakter asli Xuanzang yang hidup pada masa Dinasti Tang.
Novel Xi You Ji, selesai ditulis oleh Wu Chengen sekitar pertengahan Abad Ke-16. Yang kemudian populer sebagai bacaan yang mendunia. Yakni menjadi salah satu dari 4 karya sastra Tiongkok terbaik dalam sejarah Sastra Tionghoa, bersama Kisah Tiga Negara, Batas Air dan Impian di Bilik Merah.
Dalam novel tersebut, menampilkan tokoh utama Pendeta Tong sebagai guru pendeta, Sun Go Kong sebagai Raja Monyet yang menjadi murid pertama. Juga Tie Pat Kay yang berwajah babi sebagai murid kedua, dan Sam Cheng sebagai tokoh berkarakter rahib yang menjadi murid terakhir.
Kitab Suci
Semua yang menjadi tokoh utama tersebut, diwujudkan dalam boneka lampion di depan Balai Kota Surakarta. Ini untuk menggambarkan saat mereka melakukan ekspedisi ke langit barat, sebagai petualangan yang penuh dinamika. Yakni melewati 14 musim panas dingin, 81 kali bahaya menghadapi gangguan dari siluman dan setan-setan yang ingin menawan Pendeta Tong. Sebelum akhirnya mencapai tujuan, dan kembali dengan membawa kitab suci pulang ke Tiongkok.

Ketua Panitia Bersama Perayaan Imlek 2026 Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, menyatakan, pemasangan lampion kali ini menampilkan corak ke-Bhineka-an. Karena waktunya bersamaan dengan menyambut Bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1447 H. Pemasangan lampion Imlek, diselang-seling dengan lampion bernuansa Islami.
Wartawan Bambang Pur yang pernah duakali melakukan tugas jurnalis ke China, mendapatkan pemahaman bahawa lampion atau denglong memiliki akar sejarah yang panjang. Yakni sejak zaman Dinasti Han (25-220 M). Awalnya, sebagai alat penerangan pelindung nyala lilin agar tidak padam ketika ada tiupan angin.
Dalam perkembangannya, lampion kemudian berkembang sebagai simbol budaya Tiongkok, dan menjadi lambang kebahagiaan serta lambang keberuntungan. Awalnya, lampion terbuat dari bahan kertas, sutra atau kulit binatang. Lampion identik dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Yang berwarna merah, bertuah untuk mengusir energi negatif dan menarik kemakmuran. Selamat Imlek Tahun Kuda Api 2577 Kongzili, Gong Xi Fai Cai.(Bambang Pur)













