JEPARA (SUARABARU.ID) -Sebanyak 20 pelajar SLTA telah mengikuti Kelas Pelajar Mengukir yang diikuti oleh putra-outri ASN dilingkungan Pemkab Jepara Minggu (15/2-2026). Pembukaan pelatihan mengukir putra putri ASN ini telah dibuka oleh Sekda Jepara Ary Bachtiar Sabtu (14/2-206).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jepara ini diselenggarakan di Gallery Jepara Wood Carving di Pantai Kartini. Pelatihan kali ini dibimbing oleh 3 orang instruktur yaitu Ali Afendi S.Sn, Istiyanto S.Pd.I dan Maryati juara 2 lomba ukir perempuan tahun 2024.

Galeri ini telah diresmikan oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo pada 6 November 2025 dengan tujuan untuk pelestarian budaya ukir, pelatihan ukir bagi pelajar dan wisatawan, pameran hasil karya serta pemberdayaan pengukir Jepara dan promosi potensi daerah.
Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto saat membuka pelatihan mengungkapkan, melalui pelatihan selama 7 jam ini diharapkan dapat mulai menanamkan rasa cinta ukir pada putra – putri ASN.

“Pengalaman pertama ini diharapkan akan berkesan dalam perjalanan karier kalian kelak. Sehingga bidang pekerjaan apapun, kalian akan tetap cinta ukir. Syukur jika ada yang kemudian berminat untuk menjadi pengukir,” ujar Hadi
Hadi juga memberikan pujian kepada putra – putri ASN yang bersedia untuk mengikuti pelatihan ini. “Sebab tidak banyak anak muda yang mau untuk belajar mengukir. “ Padahal seni ukir adalah Warisan Budaya Takbenda Indonesia milik masyarakat Jepara. Bahkan sekarang sedang diajukan menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia,” ungkap Hadi.

Pelatihan mengukir ini diikuti oleh putra putri ASN dari Satpol PP dan Damkar, Disperindag, Disdikpora, DKPP, Dinkes, , BKPSDMD, Diskominfo, Disdukcapil, DPMPTSP, Bappeda, Disospermades, DPUPR, BPKAD, BKPSDMD, Disparbud, DKK, Dishub, Disperkrim, Kecamatan Kalinyamatan, Kecamatan Mayong, Kecamatan Pakis Aji, Kecamatan Pecangaan, Kecamatan Mlonggo, Kecamatan Jepara, Kecamatan Batealit, Kecamatan Nalumsari, dan Kecamatan Bangsri.
Septiana Wibowo













