blank
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo saat mencoba memainkan Mobile Legend bersama siswa. Foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Kudus ambil bagian dalam Turnamen E-Sport Mobile Legend bertajuk Kapolres Cup yang digelar di Gedung Laboratorium Terpadu lantai lima UIN Sunan Kudus, Kamis (12/2/2026).

Kompetisi ini diikuti sebanyak 64 tim dari berbagai sekolah di Kudus. Ajang tersebut menjadi wadah penyaluran minat dan bakat siswa di bidang nonakademik, khususnya olahraga elektronik atau e-sport yang kini kian populer di kalangan generasi muda.

Turnamen Mobile Legend ini menggunakan sistem gugur. Setiap tim beranggotakan lima pemain dan akan bertanding untuk menghancurkan base turret lawan lebih dahulu guna melaju ke babak berikutnya. Game bergenre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) ini dipilih karena dinilai mampu melatih strategi, kerja sama tim, komunikasi, serta kreativitas pemain.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, penyelenggaraan turnamen ini bertujuan memberikan ruang positif bagi pelajar untuk mengembangkan keterampilan digital mereka.

“Kami ingin mewadahi minat dan bakat siswa di bidang e-sport agar tersalurkan ke kegiatan yang positif, sehingga bisa mencegah keterlibatan remaja dalam aktivitas negatif,” ujar Kapolres.

Meski demikian, ia mengingatkan agar para peserta tetap mengutamakan kewajiban sebagai pelajar. Menurutnya, keseimbangan antara prestasi akademik dan pengembangan bakat sangat penting.

Kapolres juga berharap para peserta menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme selama bertanding. Ia optimistis e-sport dapat menjadi salah satu keterampilan masa depan yang prospektif jika ditekuni secara serius.

Ketua KONI Kudus, Sulistyanto, menambahkan bahwa perkembangan e-sport di Kudus menunjukkan tren positif sejak 2021. Ia berharap turnamen ini mampu melahirkan talenta-talenta muda yang kelak bisa berprestasi di tingkat lebih tinggi.

“Bahkan saat ini sudah ada satu tim e-sport Kudus yang lolos ke Porprov 2026. Ini membuktikan bahwa minat dan potensi atlet e-sport di daerah semakin berkembang,” jelasnya.

Selain Mobile Legend, sejumlah gim lain seperti PUBG, PES, Free Fire, hingga Lokapala juga mulai diminati kalangan pelajar di Kudus.

Salah satu peserta, Venix Aulia Syifa, siswi kelas IX MTsN 1 Kudus, mengaku telah memainkan Mobile Legend sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Ia merasa antusias bisa mengikuti kompetisi tersebut.

“Seru sekali ada turnamen seperti ini. Saya ingin mengukur kemampuan saya. Hero favorit saya Mage Kagura karena mekaniknya unik. Semoga bisa meraih hasil terbaik,” ungkapnya penuh semangat.

Ali Bustomi