SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Semarang bersama tim SAR gabungan, terus melakukan pencarian terhadap satu orang penumpang sepeda motor yang dilaporkan hanyut di Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Dikabarkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/2/2026) malam, saat hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Mijen, yang mengakibatkan tanggul Sungai Karangmalang jebol, dan air meluap ke badan jalan.
Berdasarkan informasi yang diterima, awalnya ada Honda Scoopy yang ditumpangi dua orang. Saat melintasi jalan turunan di tepi Sungai Karangmalang, motor oleng dan jatuh ke sungai.
BACA JUGA: Picu Konflik di Tengah Masyarakat, Polda Jateng Tegaskan Larangan Knalpot Brong
Beruntung, satu orang pengendara Scoopy berhasil menyelamatkan diri. Namun naas, penumpangnya yang bernama Nadia Eka Kurniawati (13), tak mampu menyelamatkan diri dan hanyut.
Malam itu, warga sekitar yang mengetahui peristiwa itu sempat melakukan upaya pencarian awal di sekitar lokasi kejadian. Namun karena kondisi arus yang deras dan situasi yang berisiko, pencarian tidak membuahkan hasil. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Kantor SAR Semarang, untuk dilakukan operasi pencarian.
”Begitu menerima info adanya orang hanyut, kami segera memberangkatkan satu tim untuk melakukan pencarian. Namun sampai saat ini belum membuahkan hasil. Kami akan terus berupaya menemukan korban,” janji Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/2/2026).
BACA JUGA: Kru Kapal Tunggu Pangestu Akhirnya Ditemukan Terapung di Tengah Laut
Disampaikan juga, ada informasi yang menyebutkan, ternyata ada dua kendaraan yang hanyut. ”Korban lain Honda Beat, dan tadi sekitar pukul 07.00 WIB, korban pengendara Beat sudah ditemukan, atas nama Fahma Chusnun Nida, usia 16 tahun, siswi SMA 12 Gunungpati,” tambah dia.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap korban masih terus dilakukan. Saat ini tim telah dibagi menjadi 2 SRU (Search and Rescue Unit), untuk melakukan pencarian. Pencarian dilakukan dengan penyisiran di sepanjang sungai yang bermuara di Waduk Jatibarang, dan juga di area persawahan yang dilewati banjir saat kejadian.
”Kondisi arus sungai yang deras, serta cuaca yang kurang bersahabat, menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan operasi SAR. Kami harap tim diberi kemudahan, dan korban bisa segera ditemukan,” harap Budiono.
Riyan













