blank
Rhobi Shani saat memberikan bekal teknik dan tips wawancara. Foto: Dok PWI Jepara

JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam rangkaian  Hari Pers Nasional 2026,   Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jepara telah menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi puluhan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Jepara. Kegiatan berlangsung di Gedung Shima, Kompleks Setda Jepara serta Museum R.A. Kartini, Jepara.

Dihadirkan sebagai narasumber Ketua PWI Jepara, Septina Nafiyanti, wartawan Metrotvnews Rhobi Shani, dan Sulismanto  jurnalis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.

Tiga narasumber ini menyampaikan materi mulai dari dasar-dasar jurnalistik dan etika jurnalis, teknik wawancara dan pengumpulan data, serta teknik penulisan berita. Tak hanya materi mengenai jurnalistik dasar, para siswa juga diajak untuk praktik langsung melakukan peliputan di Museum R.A. Kartini, Jepara.

blank
Siswa antusias ikuti pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan PWI Jepara. Foto: Dok Panitia

Ketua PWI Jepara, Septina Nafiyanti menuturkan kerja-kerja jurnalistik dimulai dari perumusan ide, peliputan, penulisan, editing, hingga berita siap ditayangkan. “Fungsi jurnalistik tidak hanya memberikan informasi, tapi juga edukasi kepada masyarakat. Namun yang paling penting adalah pengawasan dan kontrol sosial terhadap kebijakan yang perlu kita kontrol melalui tulisan, foto, dan video jurnalistik,” kata Septi.

Septi juga menerangkan perihal cara membedakan antara informasi atau berita yang berdasarkan fakta maupun hoax. Ia meminta agar para siswa tidak termakan hoax yang beredar. “Tugas jurnalis memberikan fakta. Itu lah bedanya jurnalis yang harus verifikasi maupun observasi. Tidak menulis yang tidak jelas sumbernya,” ujar Septi.

Sementara itu, Rhobi Shani memaparkan bahwa dalam pelaksanakan tugas jurnalistik baik produksi hard news maupun soft news diperlukan wawancara dan observasi terhadap ide atau isu yang akan dikerjakan. Selain itu, Rhobi juga memberikan berbagai tips dan saran dalam proses peliputan maupun penulisan.

 

Sulismanto menambahkan pentingnya ketelitian dalam penulisan berita yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Selain itu, penulisan berita berdasarkan 5 W + 1 H dan konsep piramida terbalik.

Peserta asal SMAN 1 Bangsri Josephine mengaku senang dengan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh PWI Jepara. “ Kami dan teman-teman mendapatkan pengalaman baru,” ujarnya

Hadepe