blank
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hanung Triyono, usai menghadiri pelantikan Badan Semi Otonom Womenpreneur Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah, di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 4 Februari 2026. (Foto: Diaz A Abidin)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Sebanyak 50 persen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah berasal dari kalangan perempuan. Dari gender ini memiliki potensi baik untuk pengembangan ekonomi wilayah.

Data ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hanung Triyono, usai menghadiri pelantikan Badan Semi Otonom Womenpreneur Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah, di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 4 Februari 2026.

Hanung mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus berkolaborasi dengan para perempuan pelaku usaha. Khususnya yang tergabung dalam Womenpreneur Jawa Tengah.

”Tadi kita juga bincang-bincang. Kita harus berjalan bersama. Pemerintah itu menjadi katalisator, menciptakan suasana ruang yang aman,” ucapnya.

Dikatakan Hanung, perempuan yang tergabung dalam Womenpreneur Hipmi Jawa Tengah memiliki usaha dari berbagai bidang. Mulai dari pelaku UMKM, pengusaha garmen, ekonomi kreatif, dan lain-lain.

Keberadan organisasi ini diharapkan jadi wadah perempuan untuk berkembang. Pun para pengusaha muda agar berani tumbuh.

”Jadi (pelaku usaha) yang besar mesti harus menghimpun yang kecil. Itu pasti ya. Kalau nggak gitu kasihan yang UMKM nanti bisa tidak bisa berdaya,” katanya.

blank
Noviana Adinda Putri (dua dari kiri), usai dilantik menjadi Ketua Womenpreneur Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah periode 2026-2029, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu, 4 Februari 2026. (Foto: Diaz A Abidin)

Ketua Womenpreneur Hipmi Jawa Tengah, Noviana Adinda Putri, mengatakan, perempuan-perempuan di Jawa Tengah tak boleh dipandang sebelah mata. Oleh karena, dari data yang diterimanya banyak perempuan pengusaha ini mampu naik kelas.

“Data yang saya terima, usahanya ada yang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), banyak juga yang sudah menengah. hingga ada skala pabrik juga, ucapnya.

Berbekal kapasitas itu, kata Adinda, Womenpreneur Hipmi Jawa Tengah ditargetkan mampu memunculkan perempuan pengusaha baru.

Dia akan menjadikan organisasinya, menjadi wadah dan rumah sebagai fasilitas untuk menampung berbaga ide, berkolaborasi dan berinovasi.

Setidaknya dalam kepengurusan 2026-2029, Aninda ingin bekerja bersama-sama dalam merealisasikan program-program kerja. Di mana setidaknya ada 14 bidang kerja yang bakal digarap.

“Jadi bidang-bidang tersebut di antaranya ada perindustrian, perdagangan. Nah, kami akan fokus di sana,” ucap dia. (*)

Diaz A Abidin