blank
Peserta Ujian kenaikan tingkat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jepara. Foto: Edi Sulton

JEPARA (SUARABARU.ID)– Pimpinan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah ( TSPM) 146 Jepara mengadakan Kegiatan  ujian kenaikan tingkat   Sabtu – Ahad (31 Januari s.d 1 Febuari 2026) di Kompleks Muhammadiyah Mayong .

Ujian kenaikan tingkat diikuti 80 siswa kuning melati 1-4 dari 10 cabang latihan di Kabupaten Jepara,   10 diantaranya adalah calon kader (sabuk biru)

“Tujuan kegiatan ini dimaksudkan untuk regenerasi dalam organisasi dan mencetak calon asisten pelatih yang terampil dan kompeten,” terang Sekretaris Pimda TSPM Jepara, Nurul Islah Amrulloh.

Hadir dalam kegiatan pembukaan  dari perwakilan PDM, PDA, PDNA Jepara,  perwakilan PCM Mayong, Dewan Pendekar dan Dewan Penguji.

blank
Peserta Ujian kenaikan tingkat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jepara yang diikuti 80 siswa.. Foto: Edi Sulton

Dalam kesempatan kali ini Pimda Tapak Suci 146 Jepara berkolaborasi dengan MPK SDI dalam ujian AIK (Al Islam Kemuhammadiyahan dan BTA) dengan penguji : Agung Riyanto, Taufik Nugroho Noor yang juga Ketua PRM Dorang dan Edy Purwanto Ketua PRM Blimbingrejo.

“Hal ini bertujuan untuk membina siswa dan kader agar tuntunan ibadah mualahnya sesuai dengan tarjih Muhammadiyah,” imbuh Nurul Islah Amrulloh.

Ahmad Fauzan selaku perwakilan dari PDM Jepara dalam sambutannya mengatakan, “Tapak Suci bisa menjadi generasi yang tangguh, Tabah dan sigap dalam menghadapi tantangan bagi muhammadiyah dimasa yang akan datang”.

Sementara Bambang Sulistiono selaku ketua PIMDA 146 Tapak Suci Jepara dalam arahannya mengatakan, “sabuk hanyalah tingkatan, sementara ijazah hanya formalitas percuma jika setelah naik tingkat tidak ada peran dan dampak  bagi perguruan”.

Hadepe – Edi Sulton