blank

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo, Wahyu Nugroho, menyatakan pihaknya terus mengintensifkan monitoring ke berbagai wilayah untuk memastikan usulan infrastruktur masyarakat segera terealisasi.

 

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya efisiensi waktu agar proyek pembangunan tidak terhambat oleh faktor cuaca. Ketika proyek direalisasikan di akhir tahun dan pas jatuh musim hujan, pelaksanaan program pembangunan jadi tidak maksimal.

Dalam peninjauan lapangannya, Wahyu menyoroti banyaknya aspirasi warga yang sudah lama diajukan namun sempat terkendala realisasi. Usulan proyek pembangunan infrastruktur dari masyarakat sangat banyak sementara kemampuan anggaran daerah terbatas.

“Kegiatan Komisi C itu kemarin memang mengadakan monitoring ke semua wilayah. Memantau infrastruktur yang memang itu menjadi kebutuhan masyarakat. Kadang pengajuannya sudah lama tapi belum terealisasi,” ujar Wahyu yang juga Ketua Umum PSSI Wonosobo itu.

Dia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektoral menjadi kunci. Melalui sinergi antara eksekutif, legislatif dan pelaksana proyek di lapangan, maka diharapkan pekerjaan pembangunan akan sesuai dengan speck yang ada. Kualitas proyek harus menjadi prioritas utama.

“Kita data, kita koordinasi dengan Bappeda, dengan DPUPR. Alhamdulillah kita upayakan melalui dana daerah maupun dana pusat. Kemarin dari Kementerian PUPR juga sudah banyak yang tercover.” beber Wahyu, Jumat, (30/1/2025).

Program Irigasi

blank
Salah satu proyek infrastruktur jalan yang dibangun di wilayah Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Sementara itu, adalah satu keberhasilan yang disoroti adalah penanganan masalah irigasi yang sempat melumpuhkan puluhan hektar sawah. Wahyu merinci penanganan di daerah Kertek-Cawat hingga Kalikajar.

“Termasuk yang Kertek-Cawet itu yang mengarah ke Kalikajar dan Semayu. Itu kan sudah teratasi. Di daerah Garung itu ada 52 hektar sawah yang tidak teraliri air karena sungainya kebled (pendangkalan) urugan-urugan, sekarang sudah diirigasi,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Wahyu menekankan bahwa tahun ini DPRD dan pemerintah daerah telah sinkron untuk memulai pengerjaan fisik lebih awal guna menghindari risiko musim hujan di akhir tahun.

“Komisi C DPRD Wonosobo sangat memperjuangkan pelaksanaan anggaran harus sesuai schedule. Jangan sampai molor. Kasihan kalau SPK turunnya bersamaan dengan turunnya hujan,” tegas Wahyu.

Pihaknya memastikan bahwa jadwal pengerjaan proyek infrastruktur kini lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sekarang alhamdulillah Pemerintah Daerah dan DPRD sudah sinkron, langsung April 2026 dilaksanakan. Ini untuk mempercepat pelaksanaan dan agar anggaran terserap sebaik mungkin,” tandasnya.

Muharno Zarka