blank
Foto Paguyuban Ukir R.A Kartini bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Ibnu Hajar. Foto: Hadepe.

JEPARA (SUARABARU.ID) — Kehadiran Paguyuban  Pengukir Perempuan R.A Kartini Jepara menjadi sorotan dalam pembukaan Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang digelar pada Kamis, 29 Januari 2026.

Bupati Jepara Witiarso dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar dengan didampingi Kepala Disparbud Jepara Ali Hidayat juga mengunjungi demo mengukir para pengukir perempuan ini. Tidak hanya memuji karya pengukir perempuan, Bupati Witiarso juga memberikan uang saku kepada peserta demo ukir.

Ketua Dekranasda Jateng Ny. Nawal Arafah Yasin dan Laila Saidah Witiarso juga mengunjungi stan ini.  Bahkan setelah menyapa dan berdialog dengan para pengukir perempuan, Ny. Nawal juga mencoba mengukir.

Para Pengukir Perempuan ini menampilkan karya ukir khas daerah dan melakukan proses mengukir on the spot yang menarik perhatian para pengunjung. Kali ini mereka mengukir papan nama kayu motif Mantingan yang juga akan mereka pasarkan kepada pengunjung.

Para Pengukir Perempuan ini rata-rata telah menekun seni ukir selama lebih dari lima tahun dan berprofesi sebagai Pengukir Profesional di Jepara.

blank
Demo Ukir oleh Paguyuban Pengukir Perempuan R.A Kartini. Foto: Septi.

Menurut Ketua Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara  Rumini, keikutsertaannya dalam pembukaan Galeri Dekranasda menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan karya pengukir perempuan sekaligus membuktikan bahwa seni ukir tidak hanya didominasi oleh kaum pria saja.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Laila Saidah Witiarso Utomo yang yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menunjukkan ketrampilan para pengukir perempuan,” ujar tokoh ukir perempuan yang juga penerima penghargaan Bupati Jepara sebagai pelestari ukir Jepara tahun 2025 ini.

blank
Foto bersama Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin. Foto: Hadepe.

“Saya berharap kehadiran kami di sini bisa memotivasi perempuan lain untuk berani berkarya dan melestarikan seni ukir daerah,” ujar pengukir yang disapa akrab Mbak Rum. Melalui paguyuban  ini kami ingin memberdayakan perempuan pengukir Jepara.

Pembukaan Galeri Dekranasda ini dihadiri oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar dan para pejabat terkait, pelaku UMKM, perajin, serta masyarakat umum. Beliau mengucapkan dalam sambutannya bahwa Galeri Dekranasda ini diharapkan menjadi wadah promosi produk kerajinan lokal sekaligus pusat pengembangan ekonomi kreatif daerah hingga mencapai pasar ekspor-impor yang baik.

blank
Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin yang mencoba menatah bersama Paguyuban Pengukir Perempuan R.A Kartini. Foto: Septi.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin juga menyampaikan apresiasinya kepada  pengukir perempuan Jepara yang bergabung dalam paguyuban pengukir perempuan R.A. Kartini. “Mereka adalah pejuang budaya yang konsisten melestarikan  warisan budaya bangsa,” ujarnya.  Hasil karyanya juga tidak kalah jika dibandingkan dengan pengukir laki-laki, tambahnya.

Menurut istri Wakil Gubernur Jawa Tengah TAJ Yasin ini, Jepara yang telah berhasil meraih juara ketiga dalam Dekranasda Award memiliki potensi kerajinan yang luar biasa.” Namun dibutuhkan sinergi bersama untuk mendukung sumber daya yang luar biasa termasuk Seni Ukirnya,” ungkapnya.

“Sektor kerajinan yang semakin berkembang, ekonomi yang berkembang dan kontribusi nyatanya terhadap pelestarian budaya lokal adalah salah satu potensi yang harus selalu didukung.” ujarnya.

Dengan dibukanya galeri ini, Dekranasda berharap produk-produk kerajinan daerah, termasuk karya ukir perempuan, dapat lebih dikenal luas dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

Septiana Wibowo.