WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tindakan untuk mengevakuasi truk tangki yang terguling, melibatkan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonogiri. Ini dilakukan, demi mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran, mengingat LPG yang diangkut termasuk rawan kebakaran.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) adalah gas minyak bumi cair. Merupakan jenis yang campurannya mudah terbakar, karena kandungannya terdiri dari gas hidrokarbon seperti propana dan butana.
Seperti diberitakan kemarin, sebuah truk tangki pengangkut gas LPG, mengalami kecelakaan tunggal. Truk tangki beroda 10 itu, terguling di tepi badan jalan aspal. Ini terjadi, setelah sisi roda kiri ambles saat menginjak berm, yang merupakan tepi lunak tepian aspal jalan.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, truk tangki Pertamina milik PT Dwiparama Hasta Mukti itu, memiliki pelat nomor AE-8069-UX. Pengemudinya Nur Joko Achsanyoto (44), warga Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.
Pemicu tergulingnya truk tangki tersebut, diduga karena sopir kurang konsentrasi saat mengemudikan kendaraannya. Utamanya ketika melintas di lokasi, yang merupakan jalur lurus turunan. Tepatnya di ruas jalan antarprovinsi Wonogiri (Jateng)-Pacitan (Jatim), Dusun Dringo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Pertamina
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut. Tapi untuk mengevakuasinya, diperlukan teknis khusus demi menghindari terjadinya kebakaran. Hal ini mengingat truk tangki tersebut, mengangkut Gas Elpiji.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, semalam, menyebutkan, telah mengirimkan 6 personel Firefighter Regu-4 Damkar ke lokasi. Mereka terdiri atas Komandan Regu (Danru) Suswanto, bersama Prihantoro Havid P, Anton Tri Wibowo, Anjar Teguh P, Ervin Ikhsan Purnama dan Ronny Seftyanto.
Proses evakuasi pengangkatan truk tangki dari posisi terguling tersebut, menggunakan alat berat mobil crane (alat berat berfungsi sebagai pengangkat dan pemindah barang). Bersamaan itu, dilakukan penyemprotan air dari mobil brandweer sebagai tindakan pendinginan.
”Kami dari Damkar Markas Induk Wonogiri, melakukan pendinginan bersama Tim dari Pertamina yang sama-sama datang ke lokasi dengan membawa serta mobil brandweer,” jelas Sriyanto Kembo.
Proses evakuasi dibantu berlangsung sampai Rabu sore (28/1/26) Pukul 15.30. Tim Damkar mendapat bantuan personel dari Polsek dan Koramil Nguntoronadi, bersama Perangkat Desa Wonoharjo dan masyarakat. Tindakan evakuasi berlangsung aman dan lancar.(Bambang Pur)













