JEPARA (SUARA BARU.ID) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) Kabupaten Jepara kini memiliki galeri yang megah di Jl. Kartini Jepara. Launching galeri yang berisi produk kerajinan Jepara ini dilakukan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal ArafahYasin, M, S, I., Kamis 29 Januari 2026.
Launcing ditandai dengan follow IG akun Drkranasda serta pengguntingan pita oleh Hj Nawal Arafah Yasin. Hadir dalam acara ini Bupati Jepara Witiarso Utama bersama Ny. Laila Saidah Witiarso yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Wakil Bupati M. Ibnu Hajar, para Ketua Dekranasda Kabupaten se Jawa Tengah. Juga hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah dan sejumlah undangan lainnya.

Peresmian berlangsung semarak dengan sejumlah tampilan diantaranya fashion show, demo mengukir oleh Paguyuban Pengukir Perempuan RA. Kartini dan demo membatik Biyung Praloda. Sementara di dalam galeri digelar berbagai karya kreatif kerajinan Jepara.
Dalam laporannya Ny. Laila Saidah Witiarso mengungkapkan bahwa launching ini menjadi momentum penting bagi perajin dan UMKM Jepara untuk mengembangkan kerajinan. Dekranasda adalah mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan kerajinan dan memberdayakan perajinan dan UMKM di Jepara.
“Kini telah ada 35 UMKM dalam berbagai jenis produk yang bergabung di galeri ini. Harapan kami, galeri ini menjadi ousat pameran dan promosi kerajinan dan potensi Jepara, ” ujar Laila Saidah Witiarso.
Sementara Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap peluncuran galeri Dekrasda Jepara. ” Harapan kami Dekranasda dapat menjalankan perannya untuk memberdayakan perajin dan UMKM Jepara agar dapat masuk pasar eksport ” pintanya.

Dalam sambutannya Ketua Dekranadda Jateng Hj Nawal Arafah Yasin memuji Dekranasda Jepara yang telah memiliki galeri yang megah di pusat kota. “Kami tentu mendukung kerja kerja kolaborasi baik dengan Pemkab maupun dengan dekranasda, ” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan potensi potensi yang bisa dikembangkan oleh Jepara. “Jepara terkenal sebagai kota ukir yang potensinya luar biasa dengan nilai produksi 1,3 trilyun. “Dampaknya menurut data BPS ada pertumbuhan ekonomi 5,9 persen,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, warisan budaya yang dimiliki Jepara sangat luar biasa. Jepara juga memiliki tenun Troso yang di dukung 344 unit usaha yang mampu menghasilkan 25,5 milyar per bulan.
Potensi sumber daya alam Jepara juga luar biasa. Hanya belum seluruhnya memiliki nilai tambah. “Seharusnya batik yang dikembangkan adalah batik tulis. Bukan batik cap, ” ujarnya.
Hadepe – Septiana W.













