blank
Ilustrasi. Reka: SB.ID

Clarissa Martina Yovita Fallo

Kekayaan yang Sejati

Aku memilih kesunyian bukan berarti aku membenci dunia
Melainkan aku ingin mendengarkan bisikan jiwa
Antara gemuruh hasrat dan harta
Yang seringkali menyamar sebagai “CINTA“.

Bukan tanah yang luas dan bukan juga emas yang berkilau
Melainkan ruang batin yang lapang
Dan kedamaian yang tak mampu dibeli oleh siapa pun.

Kemiskinan bukan tentang kehilangan
Tetapi tentang kebebasan jiwa untuk melepaskan
Genggaman yang fana, agar jiwa ini dapat
Merangkul harta yang baka.

Aku bukanlah seorang musafir yang haus akan hal-hal duniawi
Melainkan aku hanyalah seorang pecinta
Yang selalu terposan pada Sang Ilahi yang menciptakanku,
Yang mencintaiku apa adanya.

 

Jejak Hati

Jejak jiwa yang rapuh
Tergores lembut di atas permukaan hati yang mudah pecah
Tak terlihat namun terasa sangat dalam
Bagaikan angin yang menyentuh namun tak tampak.

Takut untuk melangkah bukanlah solusi yang tepat
Melainkan penjara yang mengkerdilkan jiwa dan hati
Untuk bangkit dari kerapuhan.

Wahai para sobat…….
Saat kau terasa perjalananmu tak baik-baik saja,
bukan berarti kau tak memiliki masa depan yang cerah,
oleh sebab itu jadilah setiap kerapuhan sebagai
kunci untuk bangkit dan bertumbuh menjadi pribadi yang kokoh.

Setiap luka yang membekas tentunya menyisakan pilu
Tapi dari kerapuhan itu, jiwa akan semakin tumbuh
Seperti bunga yang mekar di tengah badai, tegar meskipun
Tak sempurna dan tetap berani melawan.

blankClarissa Martina Yovita Fallo, mahasiswi Ilkom UKSW berasal dari Kefamenamu, Timor Tengah Utara, Provinsi NTT dan seorang suster di Rumah Biara Susteran SND Salatiga