WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Mugi Sugeng menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Wonosobo tahun 2027.
Acara yang berlangsung di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonosobo ini menjadi langkah strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah ke depan.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris DPRD, Agus Wibowo. Forum ini juga dihadiri oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Sekda One Andang Wardoyo dan jajaran pemangku kepentingan lainnya.
FKP mengangkat diskusi terkait implementasi tahun kedua dalam RKPD Kabupaten Wonosobo Tahun 2027 dengan tema “Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian dan Transformasi Pariwisata Berkelanjutan” yang merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wonosobo tahun 2025-2029.
Hal ini juga merupakan langkah dalam mencapai Visi Kabupaten Wonosobo yaitu “Mewujudkan Wonosobo Sejahtera, Adil dan Makmur”, sebagaimana menjadi visi dan missi Pemkab Wonosobo dibawah kepemimpinan Bupati Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Amir Husein.
Mugi Sugeng, menyampaikan bahwa dalam pembangunan daerah harus mementingkan pembangunan berdasarkan masyarakat, ruang demokrasi melalui aspirasi masyarakat, dan memperhatikan kemampuan anggaran daerah.
Menurut Mugi, modernisasi pertanian adalah proses penerapan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan kualitas. Sebagai daerah berbasis pertanian, Pemkab Wonosobo mendorong penerapan konsep modernisasi pertanian.
“Modernisasi pertanian bisa diterapkan melalui pemanfaatan teknologi GPS, sensor dan drone untuk memantau dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya, seperti air dan pupuk. Juga ada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi akses informasi, pemasaran, dan pengelolaan usaha pertanian,” cetusnya.
Selain itu, lanjut dia, penggunaan mesin dan peralatan modern bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Adapun pemanfaatan teknologi genetik dan biologi molekuler untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian, seperti tanaman transgenik dan bibit unggul.
Transformasi Pariwisata

“Perlu juga sistem pertanian terintegrasi melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan pertanian dengan peternakan, kehutanan, dan pengelolaan sumber daya alam lainnya. Dan, pemanfaatan metode pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti pertanian organik dan agroforestri,” papar Mugi.
Dikatakan politisi dari Partai Demokrat itu, pemanfaatan energi terbarukan, seperti energi surya dan angin, untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil juga perlu dilakukan. Sedangkan pemanfaatan teknologi SIG untuk memantau dan menganalisis data spasial pertanian, seperti penggunaan lahan dan kualitas tanah.
“Dengan menerapkan konsep-konsep modernisasi pertanian, petani dan pelaku usaha pertanian dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan pertanian,” tandasnya.
Di sisi lain, tegas Mugi, transformasi pariwisata adalah proses perubahan dan pengembangan industri pariwisata. Hal itu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas melalui konsep pariwisata berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi.
“Pengembangan pariwisata musti melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal dengan memperhatikan kebutuhan dan kepentingan mereka. Perlu ada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan. Seperti aplikasi mobile, virtual reality dan sistem informasi pariwisata,” ungkapnya.
Pengembangan pariwisata, sebutnya, perlu berfokus pada kreativitas dan keunikan suatu destinasi, seperti pariwisata budaya, kuliner dan seni. Ada pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan, pengelolaan dan pengembangan pariwisata.
“Perlu pendekatan holistik untuk mengelola destinasi pariwisata, termasuk perencanaan, pengembangan dan pengelolaan infrastruktur, serta promosi dan pemasaran. Fokus pada meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan melalui pelayanan yang baik, keamanan dan kebersihan,” tutur dia.
Dalam mengembangkan industri pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, tandas Mugi, perlu kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat lokal.
Dengan konsep transformasi pariwisata dapat meningkatkan daya saing, kualitas pengalaman wisatawan serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.
Muharno Zarka













