
Hal senada disampaikan oleh Kisyanto, Kepala Unit Pertanian BUMDes Leyangan. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa KKN memberikan nilai tambah dalam proses pengelolaan dan pengembangan pertanian desa. “Dengan waktu kegiatan yang dimanfaatkan secara maksimal, ilmu yang ada di sini dapat diserap dengan baik oleh mahasiswa dan diharapkan mampu diaplikasikan kembali di masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan, dukungan penuh dari kedua belah pihak, baik mahasiswa maupun pemerintah desa, menjadi modal utama keberlanjutan program ini. Selain penguatan ketahanan pangan, kegiatan ini juga membuka peluang riset dan pengenalan lebih dalam terhadap potensi Desa Leyangan.
“Melalui kerja sama yang saling menguntungkan, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan, sementara desa mendapatkan inovasi dan pengembangan sumber daya yang berkelanjutan,” ujar Kisyanto.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa mampu menghadirkan solusi konkret dalam menjawab tantangan ketahanan pangan, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Rls-wied













