WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Nasib malang menimpa diri Slamet (50), penjual tahu kupat kelilingan. Kereta dorong yang selama ini, dia pakai sebagai alat menjajakan menu tahu kupatnya, Jumat siang (23/1/26) musnah terbakar.
Seluruh bahan dagangan yang ada di kereta dorong, termasuk kompor dan tabung gasnya, ikut ludes diamuk jago merah. Kebakaran ini, berlangsung saat dia menjajakannya di dekat area parkir kendaraan bermotor di bagian tenggara kompleks Pasar Kota Wonogiri. Waktunya, itu terjadi bersamaan saat Slamet menggoreng tahu, dalam upaya melayani pembeli.
Tanpa diketahui penyebabnya, mendadak api kompor berkobar tidak terkendali. Upaya menyiramkan air, sebagai usaha pemadaman mengalami kegagalan, karena api justru makin berkobar. Sesama bakul dan pengunjung pasar, mengingatkan agar Slamet berhati-hati, karena kebakaran itu dapat memicu meledaknya tabung gas yang dipakainya.
Tak berselang waktu lama, mendadak terdengar ledakan tabung gas, dan api makin berkobar, membakar habis kereta dorong bersama seluruh isinya, termasuk uang hasil penjualan yang disimpan di kotak laci yang menyatu pada bagian kereta dorongnya.
Takut
Semua musnah, tak ada yang berhasil diselamatkan. Warga sekitar takut tidak memiliki keberanian untuk mendekat, dalam upaya memberikan bantuan pemadaman. Api berangsur-angur mengecil, ketika bahan kayu kereta dorong habis dimusnahkan jago merah.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri, Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri Joko Prayitno, melalui Koordinator Lapangan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, menyatakan, tidak ada permohonan bantuan pemadaman pada kebakaran kereta dorong penjual tahu kuat kelilingan tersebut.
Mestinya, tandas Sriyanto Kembo, cara pemadaman api dari kompor gas jangan disiram air. ”Tapi semprotkan tabung gas dari APAR (Alat Pemadam Api Ringan),” ujarnya. Demi keselamatan semuanya, mestinya bisa memakai tabung APAR milik Pasar Kota Wonogiri. Hal ini perlu dilaksanakan, untuk menjaga agar api tidak meluas berkobar, apalagi lokasi bekaran berada di area parkir kendaraan bermotor.
Dari musibah kebakaran kereta dorong penjual tahu kupat keliling milik Slamet tersebut, kiranya dapat diambil hikmahnya. Utamanya para pemakai kompor gas yang senantiasa dibawa kelilingan. Pastikan rancang bangun dan penampatannya aman, hindarkan resiko kebocoran gas, baik pada pangkal regulator maupun di aliran selangnya. Agar aman ketika dibawa keliling berjualan.(Bambang Pur)













