blank
Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 sedang melaksanakan programnya di green house yang mereka bangun. Foto Dok KKN UPGRIS

UNGARAN (SUARABARU.ID) – Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Menurut anggota Kelompok 9 KKN UPGRIS di Desa Leyangan, Rizka Sada Ulina, KKN berlangsung selama 49 hari, dimulai 13 Januari dan berakhir 3 maret 2026.

“Kolaborasi antara mahasiswa KKN UPGRIS dan BUMDes Leyangan difokuskan pada penguatan ketahanan pangan yang sejalan dengan program pemerintah. Kami melihat kesiapan dan komitmen desa sangat baik, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian melalui hidroponik. Harapannya, kegiatan ini menjadi langkah awal pengabdian kami yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ungkap Sada.

Fokus utama program, kata Sada, diarahkan pada pengembangan pertanian dan perikanan yang sesuai dengan potensi lokal Desa Leyangan. Operasional kegiatan dimulai pada September 2025 ditandai dengan pembangunan greenhouse dan instalasi hidroponik yang rampung pada akhir Oktober.

“Program ketahanan pangan tersebut merupakan bagian dari agenda desa tahun 2025 yang mulai direalisasikan pada Agustus dengan penyaluran unit program kepada BUMDes Leyangan. Selanjutnya, proses penanaman dilakukan pada pertengahan Desember, yang pada akhirnya memasuki masa panen di bulan Januari tahun 2026,” ujar Sada, Sabtu 24 Januari 2025.

Respons positif datang dari warga sekitar terhadap pengelolaan hidroponik yang dikelola oleh BUMDes. Antusiasme terlihat dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat, seperti ibu-ibu PKK dan kelompok Dasa Wisma (Dawis), yang turut berkolaborasi dalam upaya pemenuhan gizi keluarga.

“Keberadaan unit hidroponik ini juga memberikan nilai tambah bagi desa, salah satunya dengan meningkatnya kunjungan dari berbagai perguruan tinggi yang menjadikan Desa Leyangan sebagai lokasi studi dan pembelajaran,” kata Sada Aulina.

Dikatakan, dalam aspek pemasaran, BUMDes telah membentuk tim khusus yang mendistribusikan hasil panen melalui warung desa maupun penjualan langsung kepada masyarakat, termasuk melalui pemesanan daring yang menyasar ibu rumah tangga sebagai konsumen utama.

Apresiasi Warga

Pendamping wilayah Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Leyangan di desa setempat, Parmin, menyatakan apresiasinya atas  keberlanjutan program tersebut. Ia menilai kegiatan ini selaras dengan arah pembangunan dan nawacita Desa Leyangan.

“Ketahanan pangan yang dikembangkan mencakup sayuran dan perikanan. Kami sangat senang karena terjalin simbiosis mutualisme, di mana mahasiswa membawa gagasan dan strategi baru untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas,” jelasnya.