SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu sulsityo, ingin memastikan bahwa moda angkutan darat untuk Kereta Api (KA) Bathara Kresna, aman bagi penumpangnya dan juga aman bagi pelintas rel.
Rabu (21/1/26), Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo bersama Pejabat Utama (PJU) terkait, melakukan pengecekan langsung. ”Kami ingin memastikan KA Bathara Kresna aman, baik bagi penumpangnya maupun masyarakat yang melintas di jalan perlintasan,” tandas Kapolres. Langkah ini, sebagai antisipasi dalam mempersiapkan keamanan dan kelancaran transportasi menjelang arus mudik Lebaran 1447 H (2026 M).
KA Bathara Kresna, merupakan moda darat jenis Kereta Rel Diesel (KRD). Menjadi KA Perintis yang memberikan pelayanan penumpang dari Stasiun Purwosari Solo sampai ke Stasiun Wonogiri. Sehari memberikan pelayanan dua kali pergi-pulang, pagi dan siang hari.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menyampaikan, sinergitas antara Polri dan PT KAI menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat, terutama menjelang meningkatnya mobilitas warga saat mudik Lebaran nanti.
Turut hadir menyertai Kapolres, Wakapolres Wonogiri Kompol Parwanto bersama para PJU terkait dan Manager Pengamanan PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Sardiyono, personel Polsuska, Kepala Stasiun Wonogiri.
KA Bathara Kresna, memiliki 96 kursi dengan kapasitas angkut maksimal 144 orang penumpang. Memiliki 17 titik perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Wonogiri. Dari jumlah tersebut, ada perlintasan yang dilengkapi palang pintu, speed bump, maupun yang dijaga petugas.
Tewas
Dua titik perlintasan yang telah dijaga, berada di KM 30+5/6 Simpang Alas Kethu, penjaganya aparat dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri dilengkapi dengan palang pintu. kemudian di KM 31+6/7 Lingkungan Gerdu, dijaga petugas KAI tapi tanpa palang pintu. Selain itu, terdapat empat titik yang telah dilengkapi speed bump sebagai alat pengendali kecepatan kendaraan.
Masih terdapat sejumlah perlintasan yang belum memiliki palang pintu, tanpa speed bump dan belum dijaga petugas. Sepanjang jalur rel dari wilayah Kabupaten Wonogiri hingga perbatasan Kabupaten Sukoharjo, tidak ditemukan titik rawan banjir maupun longsor. Sehingga jalur tersebut dipastikan aman dari aspek kondisi alam.
Sebagai tindak lanjut, Polres Wonogiri bersama PT KAI merekomendasikan pemasangan tambahan speed bump di dua titik perlintasan, serta peningkatan pengamanan di perlintasan tanpa palang pintu. Langkah ini, diharapkan mampu menekan resiko kecelakaan dan demi menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.
Seperti pernah diberitakan, pada Bulan Agustus 2025 lalu, sebuah mobil tertabrak KA Bathara Kresna, di perlintasan Selogiri, Wonogiri, yang kondisinya tanpa palang pintu. Dampaknya, satu orang meninggal dan 5 luka-luka.
Kecelakaan sama, juga terjadi di Kabupaten Sukoharjo pada Bulan Maret 2025. Sebuah mobil yang melintas di perlintasan sebidang telah tertabrak KA Bathara Kresna. Menewaskan 4 orang pemudik. Kejadiannya berlangsung di timur Terminal Bus Sukoharjo.(Bambang Pur)












