
Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, dr. Nova Dwiyanto Suli menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BNNP Jawa Tengah, serta menegaskan kesiapannya dalam mendukung penuh program pascarehabilitasi narkoba.
“Sentra Terpadu Kartini siap menjadi mitra strategis BNNP Jawa Tengah dalam penyediaan layanan vokasional, pelatihan keterampilan, serta bantuan usaha bagi klien pascarehabilitasi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap klien rehabilitasi dapat hidup mandiri, produktif, dan kembali berkontribusi positif di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Rehabilitasi BNNP Jawa Tengah, Sholikhun menjelaskan, program pascarehabilitasi yang dikembangkan BNN tidak hanya mencakup pendampingan psikososial, tetapi juga pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi.
“Pendekatan rehabilitasi harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari perawatan lanjutan, penguatan mental, hingga pemberdayaan ekonomi. Dengan memperkuat sinergi bersama Sentra Terpadu Kartini dan mitra layanan lainnya, kami optimistis angka kekambuhan dapat ditekan dan klien memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat sebagai sistem pendukung utama dalam keberhasilan rehabilitasi dan reintegrasi sosial klien. Penetapan RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang dan RSUD Temanggung sebagai mitra rujukan rawatan lanjutan, menurutnya, merupakan komitmen BNN dalam menghadirkan layanan rehabilitasi yang komprehensif, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan klien.
“BNNP Jawa Tengah terus mendorong paradigma rehabilitasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Artinya, klien tidak hanya sembuh secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki bekal keterampilan dan kemandirian ekonomi agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Melalui sinergi tersebut BNNP Jawa Tengah berharap dapat membangun ekosistem layanan rehabilitasi narkoba yang holistik, berkelanjutan, dan menjadi model penanganan rehabilitasi, serta pascarehabilitasi narkoba di Jawa Tengah.
Ning S













